Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Paduan Suara ISI Solo Juara III Peksimida Jateng 2026

Alfida Nurcholisah
Penulis: Alfida Nurcholisah❯
Paduan Suara Divina Etnika dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo juara III Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026 di UKSW Salatiga. (Dok. Pribadi)
Paduan Suara Divina Etnika dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo juara III Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026 di UKSW Salatiga. (Dok. Pribadi)

Advertisement

RADARSOLO.COM - Paduan suara Divina Etnika dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menorehkan prestasi pada ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Tengah 2026. 

Mereka menggondol gelar juara III dalam kompetisi paduan suara yang diikuti 17 perguruan tinggi se Jawa Tengah, di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, belum lama ini.

Pada kompetisi tersebut, Divina Etnika tampil membawakan dua lagu, yakni Kicir-Kicir aransemen Yoyo Coy dan Aku Cinta Dia aransemen Rian Prasetya Yunanto. 

Advertisement

Penampilan mereka diperkuat konsep visual bertema Abang None Betawi, yang memadukan harmoni anatara vokal, musik, serta tata busana.

Selain membawa pulang trofi juara III, sebanyak 10 mahasiswa ISI Surakarta juga masuk dalam jajaran tiga besar terbaik pada kompetisi tersebut.
Pembina l

Advertisement

Pembina paduan suara Denis Setiaji menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim selama menjalani proses latihan.

"Prestasi ini buah dari kerja keras dan dedikasi seluruh anggota Divina Etnika. Kami tampil total dengan mengusung tema Abang None Betawi untuk menyempurnakan lagu yang dibawakan. Keberhasilan 10 mahasiswa kami masuk dalam jajaran tiga besar terbaik menjadi bukti kualitas talenta seni dari ISI Surakarta," ujarnya, Selasa (14/7).

Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya sekaligus mengharumkan nama ISI Surakarta di tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, pelatih lomba Rian Prasetya Yunanto mengatakan, aransemen yang dibawakan menuntut harmonisasi vokal yang kuat. Menurutnya, seluruh anggota tim mampu menampilkan performa maksimal di hadapan dewan juri.

"Kolaborasi antara musik, vokal, dan busana bertema Abang None Betawi berhasil menyampaikan pesan lagu dengan baik. Kami bangga bisa meraih juara III di tengah persaingan 17 perguruan tinggi se-Jawa Tengah," katanya. (alf/fer)

Advertisement
Editor : Ferry Ardi Susanto
Sumber : Radar Solo

Artikel Terkait

600 Peserta Meriahkan Jalan Sehat Dies Natalis Ke-62 ISI Solo

600 Peserta Meriahkan Jalan Sehat Dies Natalis Ke-62 ISI Solo

Rektor ISI Solo Bondet Wrahatnala melepas peserta jalan sehat dalam rangka Dies Natalis Ke-62 ISI Solo dari Kampus I Kentingan menuju Kampus II FSRD di Gedung SBSN di Mojosongo, Jumat (10/7).

Cerita Nusantara akan Ditonjolkan dalam Perayaan Hari Wayang Dunia Ke-12

Cerita Nusantara akan Ditonjolkan dalam Perayaan Hari Wayang Dunia Ke-12

Ketua Panitia Hari Wayang Dunia (HWD) Ke-12 Tatik Harpawati menjelaskan, perayaan tahun ini mengusung tema “Dari Jagat Lokal Menuju ke Panggung Global”. Perayaan HWD dipusatkan akan digelar 1 November 2026.

Tahir Solo Museum Komitmen Promosikan Karya Seni Lokal

Tahir Solo Museum Komitmen Promosikan Karya Seni Lokal

Direktur Kuratorial Utama Tahir Solo Museum (TSM) Sarah Law akan mengundang Junian Afero beserta seniman, alumni, dan mahasiswa yang karyanya dipamerkan dalam pameran Humanity.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer