
RADARSOLO.COM – Kasus dugaan pelecehan kembali mencoreng dunia pendidikan.
Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo diduga jadi korban.
Beda dari kasus sebelumnya, kali ini menyeret Bagus Fajar Kusumo, eks Ketua Unit Kegiatan Khusus (UKK) Racana UIN Solo.
Koordinator Paguyuban UKK dan UKM UIN Solo Muhamad Ghozy menjelaskan, dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi setelah kegiatan UKM Fire, akhir Agustus 2026 lalu.
Saat itu, korban diduga mengalami pelecehan secara verbal maupun nonverbal dalam semalam.
Kejadiannya di dalam dan luar lingkungan kampus.
Korban baru berani melaporkan kejadian tersebut selang beberapa pekan. Tepatnya pada 17 September kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UIN Solo.
“Sehari setelah korban melapor, kami langsung jalan sendiri. Kami mencari pendampingan bagi korban ke Pukaps (Pusat Kajian Perempuan Solo),” ujar Ghozy, Minggu (11/10).
Pada 20 September, pihak paguyuban menghubungi Pukasps untuk meminta bantuan pendampingan terhadap korban.
Konselor dari komunitas tersebut kemudian mendatangi korban untuk pendampingan awal.



