Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kualitas PAUD Negeri dan Swasta di Solo Belum Merata, Venessa Usulkan Program Guru Kunjung

Alfida Nurcholisah
Penulis: Alfida Nurcholisah❯
Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia menemani anak-anak dalam kegiatan mewarnai, belum lama ini. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
Ilustrasi Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia menemani anak-anak dalam kegiatan mewarnai, belum lama ini. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

Advertisement

SOLO – Kesenjangan kualitas pembelajaran antarlembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Solo, menjadi perhatian Bunda PAUD Venessa Winastesia.

Ia mengusulkan program Guru Kunjung. Di mana guru PAUD yang sudah mapan, agar berbagi ilmu dan pengalaman kepada sekolah lain yang masih butuh pendampingan.

Usulan tersebut bagian dari program Solo Digdaya atau Strategi Inovatif Lare Solo Wajid PAUD Guna Mewujudkan Generasi yang Kuat dan Berdaya.

Advertisement

Melalui program ini, Venessa ingin mendorong pemerataan kualitas pendidikan sejak usia dini. Sehingga anak-anak mendapatkan kesempatan belajar yang setara, meski bersekolah di lembaga berbeda.

“Saya usul ada guru kunjung. Saya melihat PAUD swasta dan negeri itu kadang masih banyak ketimpangan. Bahkan antarswasta sendiri masih ada yang timpang,” kata Venessa.

Advertisement

Venessa mengusulkan sekolah PAUD yang sudah memiliki kualitas pembelajaran baik, dapat membantu sekolah lain melalui transfer ilmu. Guru berpengalaman dengan metode pembelajaran yang inovatif, diharapkan bersedia mendampingi pendidik di sekolah yang masih BUTUH peningkatan kapasitas.

“Bersedia mengajari sekolah lain yang sekiranya masih kurang kompeten. Jadi, transfer ilmu dari guru-guru yang pengajarannya sudah bagus,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno menyambut positif usulan tersebut.

“Guru kunjung bisa memberikan contoh metode pembelajaran yang membangun antusiasme dan peran aktif anak dalam pembelajaran,” ujarnya.

Meski demikian, program yang direncanakan akan berlangsung pada 2027 tersebut masih dalam proses pematangan rencana pelaksanaan.

Advertisement
Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo

Artikel Terkait

IGABA Karanganyar Deklarasikan Kemandirian: ​482 Pendidik PAUD ‘Aisyiyah Siap Perkuat Kualitas Pendidikan

IGABA Karanganyar Deklarasikan Kemandirian: ​482 Pendidik PAUD ‘Aisyiyah Siap Perkuat Kualitas Pendidikan

Deklarasi kemandirian IGABA Karanganyar wujud komitmen bersama para pendidik PAUD ‘Aisyiyah untuk terus meningkatkan profesionalisme

Gencarkan Setahun Wajib PAUD, Sosialisasi Program Soloku Digdoyo

Gencarkan Setahun Wajib PAUD, Sosialisasi Program Soloku Digdoyo

Wali Kota Solo Respati Ardi menjelaskan, pemkot terus berupaya meningkatkan pelayanan PAUD lewat program Soloku Digdoyo yang mulai disosialisasikan di balai kota, Kamis kemarin (15/10).

Membangun Indonesia dari PAUD, Abdul Kharis Almasyhari: Wajib Belajar ke Depan Tidak Hanya SD dan SMP

Membangun Indonesia dari PAUD, Abdul Kharis Almasyhari: Wajib Belajar ke Depan Tidak Hanya SD dan SMP

DPR RI tengah membahas wacana wajib belajar 13 tahun mulai dari PAUD. Hal itu disampaikan Abdul Kharis Almasyhari, anggota MPR RI di Sukoharjo, Minggu (13/9/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer