Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadiri Silatnas BEM PTMA di UMS, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ingatkan Mahasiswa Jaga Independensi

Alfida Nurcholisah
Penulis: Alfida Nurcholisah❯
Sambutan Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat hadiri Silatnas BEM PTMA di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (29/10). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
Sambutan Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat hadiri Silatnas BEM PTMA di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (29/10). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

Advertisement

RADARSOLO.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan mahasiswa agar menjaga independensi dalam menyuarakan kritik.

Mahasiswa harus menjadi kekuatan moral (moral force) yang berpihak kepada masyarakat lemah, bukan sekadar juru bicara kepentingan pihak tertentu.

Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (29/10).

Advertisement

Menurut dia, mahasiswa harus mampu menilai persoalan secara objektif berdasarkan kajian keilmuan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

”Mahasiswa harus kritis. Kritis itu adalah satu sikap di mana kita melakukan penilaian objektif terhadap sesuatu,” ujarnya.

Advertisement

Dia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mencari kekurangan kebijakan, tetapi mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Selain kritis, mahasiswa harus memiliki integritas moral dan keberpihakan kepada kelompok duafa serta mustadh'afin.

”Mahasiswa harus tampil membela kelompok-kelompok yang tertindas, kelompok duafa dan mustadh’afin. Menyuarakan suara mereka yang tidak bisa bersuara, itulah tugas mahasiswa,” tegasnya.

Abdul Mu’ti bahkan menyindir gerakan mahasiswa yang kehilangan independensi melalui plesetan lagu Maju Tak Gentar menjadi 'Maju tak gentar membela yang bayar'.

”Kalau mahasiswa itu membela yang bayar, dia tidak bisa menjadi moral force, tapi hanya menjadi speaker. Speaker itu menyuarakan suara siapa?” katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

7 AU Canggih Horor Bahasa Indonesia, Ada Misteri Mahasiswa hingga Kasus Pembunuhan

7 AU Canggih Horor Bahasa Indonesia, Ada Misteri Mahasiswa hingga Kasus Pembunuhan

Suka cerita horor? Ini 7 rekomendasi AU canggih berbahasa Indonesia yang penuh misteri, mulai dari mahasiswa yang diteror hingga kasus pembunuhan. Siap mengungkap rahasia di balik ceritanya?

Seruan “Turunkan Prabowo-Gibran” Menggema di Solo, Apa yang Dipersoalkan Mahasiswa?

Seruan “Turunkan Prabowo-Gibran” Menggema di Solo, Apa yang Dipersoalkan Mahasiswa?

Ribuan mahasiswa dan masyarakat sipil Solo Raya menggelar aksi dua tahun Prabowo-Gibran di Ngarsopuro. Mereka menuntut karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional.

Demo di Simpang Lima Sukoharjo, Mahasiswa Suarakan Korupsi, Karhutla, dan Insentif Guru Honorer

Demo di Simpang Lima Sukoharjo, Mahasiswa Suarakan Korupsi, Karhutla, dan Insentif Guru Honorer

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sukoharjo Ahmad Riyanto tuntut penuntasan karhutla hingga kenaikan insentif guru honorer saat demo di Simpang Lima Sukoharjo, Rabu petang (28/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer