Semarak Hari Wayang Dunia 2026, Rektor ISI Solo Unjuk Kebolehan Mendalang


RADARSOLO.COM– Institut Seni Indonesia (ISI) Solo memperingati Hari Wayang Dunia (HWD) Ke-12 2026 di Pendapa Agung GPH Joyokusumo, Minggu (1/11).
Menariknya, Rektor ISI Solo Bondet Wrahatnala unjuk kebolehan mendalang.
WHD ke-12 mengusung tajuk “Uriping Blencong: Menjaga Nyala Wayang daei Jagat Lokal ke Panggung Global”.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dalam surat yang dibacakan perwakilan kementerian menjelaskan, pemerintah pusat berkomitmen dalam mendukung pelestarian seni tradisi.
“Peringatan Hari Wayang Dunia ini menuntut konsistensi dalam tiga hal utama, yaitu perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan, serta pembinaan SDM pewayangan. Wayang harus menjadi ruang dialog inklusif, media edukasi karakter, serta diplomasi budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan roh tradisinya,” ungkap Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya.
Rektor ISI Solo Bondet Wrahatnala menambahkan, tema yang diusung memiliki kedekatan mendalam dengan perjalanan kebudayaan nusantara.
Blencong atau lampu minyak, dimaknai sebagai simbol semangat untuk merawat pengetahuan, kreativitas, dan kearifan lokal lintas generasi.
“ISI sebagai perguruan tinggi seni, memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk mendokumentasikan, meneliti, mengajarkan, dan mengembangkan seni pewayangan. Tradisi memberikan kedalaman pengetahuan, sementara inovasi menggunakan pendekatan artistik dan teknologi kontemporer memungkinkan wayang menjangkau panggung global dan generasi muda,” ujarnya.
Peringatan HWD kian semarak dengan aksi panggung Bondet di depan kelir. Ini simbol kedekatan kepemimpinan kampus, dengan praktik kesenian kreatif yang menjadi jati diri ISI.
HWD digelar di tiga tempat yaitu Pendapa GPH Joyokusumo, Gedung Gendhon Humardani dan Teater Kecil ISI Surakarta.



