Melalui kegiatan menggambar sila, siswa juga diajarkan tentang nilai-nilai Pancasila. Sekaligus diberi pemahaman terkait jiwa nasionalisme. Kegiatan menggambar dipilih, karena dinilai lebih mudah untuk menanamkan nilai-nilai tersebut.
“Siswa SD akan lebih paham nilai-nilai pancasila, jika diajarkan dengan cara menyenangkan. Menggunakan media yang dekat dan mudah dipahami. Salah satunya media gambar sila Pancasila,” terang guru penggerak kelas II SD setempat Dwi Suparwanto.
Dwi menambahkan, tiap 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Tujuannya agar pemerintah, masyarakat, dan seluruh komponen bangsa memperingati Pancasila sebagai ideologi bangsa.
“Tema Hari Lahir Pancasila tahun ini adalah Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia. Insya Allah dengan kolase sila lambang Pancasila, mampu meningkatkan nasionalisme siswa,” imbuhnya.
Hal utama dalam upaya bangkit bersama membangun peradaban dunia adalah, melalui pendidikan dan kebudayaan. Berupa penanaman pendidikan karakter. Karena pendidikan yang baik, tidak akan meninggalkan kepribadian bangsa.
Menurut Suparwanto, perjalanan Pancasila sejak zaman kemerdekaan hingga kini tidaklah mudah. Banyak kejadian, beberapa pihak ingin mengganti Pancasila dengan paham-paham yang lain.
“Hal ini akan memberikan peluang yang besar bagi pihak-pihak yang ingin mengganti dasar negara Indonesia dengan paham lain. Terutama yang bertentangan dengan Pancasila,” bebernya.
Salah satu upaya pemerintah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila, yakni menerapkan Kurikulum Merdeka. Di dalam kurikulum ini, pembelajaran diperbarui melalui perumusan Profil Pelajar Pancasila. Sebagai acuan utama dalam penyusunan capaian pembelajaran, konten, metode, hingga assesmen.
“Profil Pelajar Pancasila merupakan manifestasi pembangunan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila. Menyiapkan generasi bangsa yang cakap dan mumpuni, dalam menghadapi perubahan zaman,” ungkapnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram