Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

2023, AK-Tekstil Solo Jadi Politeknik

Damianus Bram • Jumat, 26 Agustus 2022 | 14:20 WIB
KONSOLIDASI: Temu Mitra Industri Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta di Semarang, Kamis (25/8). (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)
KONSOLIDASI: Temu Mitra Industri Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta di Semarang, Kamis (25/8). (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)
SEMARANG – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri, Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta (AK-Tekstil Solo) menggelar temu industri di Hotel MG Setos Semarang, Kamis (25/8). Pada kesempatan ini, ditargetkan AK-Tekstil Solo berubah menjadi politeknik, tahun depan.

Kepala Badan Pengembangan SDM Industri AK-Tekstil Solo Arus Gunawan menjelaskan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional selama pandemi Covid-19. Selain penyedia lapangan kerja dan penghasil devisa, juga sebagai alat pemerataan perekonomian daerah. Sekaligus menciptakan multiplier effect pada perekonomian sekitar.

“Temu mitra industri ini suatu agenda yang sangat bagus, dalam upaya meningkatkan kualitas SDM lulusan AK Tekstil Solo. Melalui kegitan ini, akan menambah erat kerja sama dan kolaborasi antara akademi dengan industri,” ucapnya.

Masalahnya, industri TPT nasional menghadapi berbagai kendala. Salah satunya minimnya tenaga kerja yang tersedia. Padahal kebutuhannya mencapai 135.000 orang per tahun. Mengejar target ini, akan dilakukan penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Penguatan fokus pada beberapa topik. Di antaranya pengembangan politeknik, baik dari segi kapasitas maupun kualitas lulusan. Karena saat ini, rata-rata politeknik hanya mampu mencetak 300 lulusan program D4. Sedangkan permintaan industri tiap tahun mencapai 500 orang.

“Kami targetkan AK-Testil Solo sudah menjadi politeknik pada 2023. Syaratnya, minimal harus ada tiga program studi (prodi) diploma. Upgrade ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri,” urainya.

Periode 2017-2021, 958 lulusan AK-Tekstil Solo sudah terserap dunia kerja. Sedangkan tahun ini, meluluskan 149 orang, dan akan ditempatkan di 16 industri tekstil.

“Kegiatan ini harus terus dilakukan AK-Tekstil Solo, dalam menyerap aspirasi kebutuhan industri tekstil. Selanjutnya dituangkan dalam rencana pembelajaran. Ini bentuk pengelolaan dan penyelenggaran pendidikan vokasi, agar sejalan dengan kebutuhan industri,” ujarnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#AK-Tekstil Solo Jadi Politeknik #AK-Tekstil Solo #Akademi Komunitas Industri Tekstil