Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Wali Murid Mulai Inden Sekolah Swasta Unggulan

Niko auglandy • Senin, 19 September 2022 | 02:30 WIB
PPDB SMP swasta di Solo tahun ajaran 2021/2022
PPDB SMP swasta di Solo tahun ajaran 2021/2022
RADARSOLO.ID – Seperti tahun sebelumnya, beberapa sekolah swasta berkategori unggul di Solo mulai membuka gelombang inden. Meskipun musim pendaftaran siswa baru untuk tahun ajaran 2022/2023 belum dibuka secara resmi. Saat ini memang mulai banyak sekolah tingkat dasar dan menengah yang telah membuka inden siswa baru.

Dari inden tersebut calon peserta didik akan mendapatkan fasilitas bebas pembayaran dan lainnya. Langkah itu tentu tidak dapat disalahkan, karena sekolah sejatinya hanya merespons keinginan masyarakat. Bahkan, sistem inden juga dilakukan sekolah berkategori non unggulan dengan tujuan agar tetap memperoleh siswa baru untuk menjamin keberlangsungan sekolahnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menuturkan, fenomena tersebut biasanya dialami sekolah berkategori mapan dengan segudang prestasi. Meski tahun ajaran baru dimulai setengah semester beberapa sekolah swasta unggulan telah mulai berbondong-bondong membuka gelombang inden.

Pihak dinas tidak begitu mempermasalahkan hal tersebut, selama dalam proses inden tidak ada penarikan biaya maupun paksaan dari pihak sekolah.

“Inden itu kami rasa bukan pendaftaran. Itu hanya sekadar pendataan nama saja. Istilahnya titip nama. Kalau pendaftaran tetap harus ikut rules pemerintah. Selama tidak ada penarikan uang atau mempersulit masyarakat dalam hal pendidikan, kami rasa tidak apa-apa,” ucapnya, Minggu, (18/9).

Haris menegaskan, kelonggaran tersebut diberikan pada sekolah swasta dengan syarat hanya sebatas pendataan, bukan dalam bentuk pendaftaran siswa yang disertai dengan pungutan di awal sekolah.

Sementara itu di tempat lain terdapat beberapa sekolah yang harus berjuang hingga tetes keringat penghabisan untuk mendapatkan siswa baru. Bahkan, hingga tahun ajaran baru dimulai, sekolah tersebut masih menerima pendaftaran. Kondisi itu dialami sekolah berkategori kecil. Hal itu membuktikan bahwa lembaga pendidikan berkategori unggul, dimanapun posisinya pasti akan dicari. Pada konteks itulah, lembaga pendidikan harus memberikan layanan yang bermutu. Jika tidak begitu, pasti sekolah akan ditinggalkan masyarakat.

“Selain harus bersaing dengan sekolah negeri yang gratis, sekolah swasta juga harus bersaing dengan sesamanya. Disini mutu pendidikan dan branding sekolah berperan penting untuk meningkatkan kualitas sekolah. Kembali lagi, ini pasarnya adalah masyarakat,” ucapnya.

Salah satu wali murid Wahyuningsih mengaku telah mengambil inden di salah satu sekolah swasta di tingkat dasar di wilayah Solo. Hal tersebut dilakukan untuk mengamankan posisi anaknya agar bisa masuk sekolah yang nilainya memiliki keunggulan dalam segi agama.

Diakuinya, dengan mengambil jalur inden, dia bisa mendapatkan potongan harga pembayaran sekolah yang cukup lumayan. “Sudah kemarin daftar, takut tidak kebagian kuota. Itu juga sudah buka kok, jadi cepat-cepatan. Saya hanya ingin pendidikan yang terbaik bagi anak saya, kalau masalah biaya bisa dipikir belakangan,” ujarnya. (ian/nik) Editor : Niko auglandy
#pendidikan #Iden Sekolah #kota solo