“Karena kami masih menumpang, jadi tidak ikut simulasi. Kami lakukan simulasi secara mandiri. Untuk ANBK nanti kami akan menumpang di SMPN 17 Surakarta,” ujar Proktor SDN Prawit II Surakarta Arum Luluk, Rabu (12/10).
Sebanyak 22 siswa akan mengikuti ANBK pada gelombang kedua pada 26-27 Oktober 2022 dengan model full daring. Berbagai persiapan sudah telah dilakukan dengan melakukan pemantapan materi literasi dan numerasi. Siswa juga dilatih secara mandiri untuk memahami materi dan teknis ANBK 2022. Sedangkan untuk simulasi hanya untuk sinkronisasi komputer dari server sekolah ke server pusat.
“Alhamdulillah persiapannya lancar. Kami juga latih siswa untuk memperdalam materi litersi dan numerasinya. Selain itu kami juga lakukan simulasi mandiri, dengan cara kami latih anak bagaimana cara mengetik dan mengoperasionalkan komputer secara mandiri,” imbuhnya.
Sedangkan untuk gladi bersih ANBK, sekolah telah berkoordinasi dengan kepala SMPN 17 Surakarta untuk menggunakan laboratorium komputer sekolah. Sebab, sekolahnya hanya memiliki empat komputer. Maka untuk sementara pelaksanaan ANBK akan menumpang di sekolah lain.
“Kemarin sesuai arahan dari dinas pendidikan, kami ditempatkan untuk melaksanakan ANBK di SMPN 17 Surakarta. Kami memang belum memiliki komputer yang mencukupi untuk melaksanakan ANBK,” ungkapnya.
Di bagian lain, Kepala SD Kasatriyan Surakarta Urip Sedyo Utomo mengatakan, untuk ANBK 2022 ini siswanya juga harus menumpang ke sekoah lain. Sebanyak 11 siswanya akan melaksanakan ANBK di SMK Kasatriyan Surakarta. Hal ini lantaran sekolah juga belum memiliki sarana dan prasarana yang yang mendukung.
“Kami hanya memiliki tujuh komputer, dan siswa kami ada 11 yang akan mengikut ANBK. Ditambah kekurangan jaringan internet di sekolah hanya 30 Mbps. Itu kalau digunakan pasti juga tidak akan sanggup,” ungkapnya.
Urip menambahkan, untuk latihan sekolah juga harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan proktor SMK Kasatriyan. Lokasi tersebut dipilih lantaran masih dalam satu yayasan. Dia juga mengatakan, sebelumnya sekolah dijadwalkan menumpang bukan di SMK Kasatriyan, namun di sekolah lain yang letaknya lebih jauh. Kemudian sekolah meminta kepada dinas pendidikan agar dipindah ke SMK Kesatrian yang lokasinya lebih dekat dengan sekolah.
“Ini karena kami masih menumpang. Jadi untuk latihan simulasi itu masih satu kali. Kemarin sebenarnya juga mau latihan, tapi ternyata webnya tidak dibuka dari pusat. Jadi saat anak-anak sudah sampai di SMK, ternyata tidak bisa,” imbuhnya.
Selain persiapan secara teknis, siswa juga dibekali dengan pemantapan materai literasi dan numerasi. Diakuinya, ANBK tahun ini akan jauh lebih sulit dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Terutama untuk materi numerasi yang memasukkan materi deret angka.
“Lebih sulit tahun ini, sepertinya kalau saya lihat materinya. Terutama yang numerasi, karena ada soal deret angka yang itu tingkatnya untuk SMP menurut saya. Kami berharap anak-anak bisa menyelesaikan dengan maksimal,” ujar Urip. (ian/bun/dam) Editor : Damianus Bram