Biasanya daun kelor hanya diolah sebagai sayuran. Tapi di tangan dua siswa SMPN 26 Surakarta Langit Syabana, Cantika Zahira, dan Imusya Antika, daun kelor disulap jadi masker perawatan kulit wajah. Namanya Moringa Organik Face Mask.
Pembuatan masker dari ekstrak daun kelor tidak asal-asalan. Sudah melalui riset lebih dari sebulan. Langit dkk berhasil mengombinasikan daun kelor yang kaya antioksidan, dengan biji kopi untuk peremajaan kulit tanpa bahan kimia.
Masker ini diklaim mampu menjadikan kulit wajah lebih cerah dan halus, memudarkan bekas jerawat, menyamarkan noda hitam, serta melindungi dari paparan sinar ultraviolet (UV).
Tanaman kelor dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Baik batang, bunga, hingga bijinya. Kandungan vitamin A, C, E, protein, serta antioksidan dalam daun kelor, dipercaya mampu mengurangi keriput di wajah. Cocok sekali untuk peremajaan kulit.
“Kelor ini termasuk tanaman ajaib. Karena kandungan vitamin yang ada di dalamnya sangat bagus untuk kesehatan badan maupun kulit. Apalagi jika digunakan sebagai masker wajah,” ujar Langit.
Moringa Organik Face Mask dibuat dengan ekstrak daun kelor dan kopi. Komposisinya, 66,6 persen ekstra daun kelor dan 33,33 persen ekstrak biji kopi. Cara pembuatan masker ini, yakni diawali dengan mengiringkan daun kelor yang sudah dibersihkan. Kemudian dihaluskan hingga menyerupai bubuk. Daun kelor yang sudah halus, kemudian dicampur dengan bubuk kopi.
“Masker ini 100 persen menggunakan bahan alami yang baik untuk kesehatan wajah. Jika digunakan secara rutin, dapat membuat kulit lebih glowing,” imbuhnya.
Guru Pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMPN 26 Surakarta Nuryaningsih menambakan, Moringa Organic Face Mask aman digunakan dalam jangka panjang. Karena meminimalkan penggunaan zat kimia. Penggunaan masker tersebut juga cukup sederhana.
Pertama, sebelum menggunakan masker ini, wajah perlu dibersihkan dulu dengan air mengalir. Kedua, campurkan bubuk Moringa Organik Face Mask dengan air, lalu diaduk hingga merata. Ketiga, masker Moringa dapat diaplikasikan di wajah. Tunggu selama 5-10 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air bersih.
“Sangat mudah diaplikasikan di wajah. Jika ingin hasil yang maksimal, dapat menggunakan masker ini 2-3 kali dalam seminggu,” bebernya.
Inovasi tersebut juga telah diproduksi dalam jumlah banyak. Mayoritas dipakai guru dan siswa SMPN 26 Surakarta. Nuryaningsih mengungkapkan, testimoni dari para guru yang telah memakai inovasi ini, mengaku kulitnya semakin kencang dan sehat.
“Sudah banyak yang menggunakan. Kemarin kami buat banyak, kemudian dibagi-bagikan ke guru dan siswa lainnya. Hasilnya katanya cukup terasa di kulit wajah mereka,” tandasnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram