Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Bekali Siswa SMK Life Skill Bikin Kue Kering

Damianus Bram • Jumat, 14 April 2023 | 15:30 WIB
CEKATAN: Siswa jurusan tata boga salah satu SMK swasta di Kota Solo membuat kue kering di lab, kemarin (13/4/2023). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
CEKATAN: Siswa jurusan tata boga salah satu SMK swasta di Kota Solo membuat kue kering di lab, kemarin (13/4/2023). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM – Tidak hanya teori, siswa SMK juga harus dibekali kecakapan hidup (life skill). Karena selain bisa langsung terjun di dunia kerja setelah lulus nanti, siswa SMK juga diarahkan untuk berwirausaha. Pembekalan ini diberikan melalui keterampilan membuat kue kering Lebaran di lab sekolah setempat, Kamis (13/4/2023).

Praktik pembuatan kue kering diikuti siswa jurusan tata boga. Selain menambak life skill, produk yang dihasilkan sekaligus dipasarkan. Kebetulan, SMK setempat juga menerima pesanan kue kering dari berbagai pihak.

“Saat ini eranya sudah merdeka belajar. Kami berikan kesempatan siswa untuk belajar sesuai dengan potensinya,” kata kepala SMK setempat Yustinus Tri Sabawa Hadi.

Hasil praktik kewirausahaan tersebut, kemudian dijual ke masyarakat oleh para siswa sendiri. Harapannya akan menumbuhkan semangat berwirausaha. Sekaligus melatih jiwa marketing siswa.

“Kegiatan ini muaranya pada peningkatan kompetensi siswa. Termasuk meningkatkan life skill siswa setelah lulus sekolah nanti,” imbuhnya.

Ketua jurusan tata boga setempat Damayanti Retno Ningsih menambahkan, momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mengeksplorasi potensi siswa jurusan tata boga. Melalui praktik ini, keterampilan siswa semakin diasah. Tidak hanya membuat kue, tetapi juga dilatih membuat strategi pemasaran. “Penjualan dilakukan secara online dan offline,” bebernya.

Proses pemasaran produk merupakan langkah awal untuk melatih keberanian siswa. Para siswa juga dituntut kreativitasnya, dalam membuat beragam resep kue kering lebaran. Serta dituntut kreatif mendesain kemasannya agar menarik minat konsumen.

“Semua kue ini dibuat langsung oleh para siswa. Mulai dari kue putri salju, kastengel, nastar, sprit, dan sus kering,” ujarnya.

Keunggulan kue kering kreasi siswa, lanjut Damayanti, yakni dibuat tanpa bahan pengawet. Tanpa tambahan pewarna dan tahan hingga empat bulan. Sekali produksi, siswa membuat sekira 200 buah kue kering.

“Kami targetkan bisa membuat 600 toples. Tetapi kami tidak terlalu memaksa. Harapannya setelah lulus nanti, siswa punya life skill untuk berwirausaha,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang siswa jurusan tata boga Jennifer Ignacia mengaku keterampilan membuat kue kering diajarkan secara bertahap. Didampingi oleh para guru produktif.

“Kami membuat secara berkelompk. Selain menambah soft skill dan keterampilan, juga melatih keberanian kami dalam memasarkan produk,” ujarnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#pembuatan kue kering #tata boga #siswa smk #Life Skill #kue kering