Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Hukum Marah saat Ramadhan: Tak Membatalkan, Tapi Rusak Nilai Puasa

Fauziah Akmal • Senin, 18 Maret 2024 | 00:02 WIB
MENYEJUKKAN: Poster berisi kata mutiara terpampang di salah satu sudut Kampung Batik Laweyan, kemarin (16/3). Poster tesebut dipasang sejak memasuki Ramadan.
MENYEJUKKAN: Poster berisi kata mutiara terpampang di salah satu sudut Kampung Batik Laweyan, kemarin (16/3). Poster tesebut dipasang sejak memasuki Ramadan.

RADARSOLO.COM - Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum. Tetapi menahan diri dari nafsu berupa marah. Apakah marah bisa membatalkan puasa?

Ketika menjalankan ibadah puasa, seorang muslim harus bisa menahan marah. Sebab salah satu fungsi puasa adalah mengendalikan diri dan hawa nafsu, termasuk nafsu dari marah.

Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Sulhani Hermawan mengatakan, perasaan marah memang lebih baik ditahan ketika berpuasa.

”Amarah merupakan api nafsu yang kalau dituruti dan tidak terkendali menjadi sebab rusaknya banyak hal,” bebernya.

Sulhani menyebut, perasaan marah yang masih bisa dikendalikan dan diakhiri dengan segera, tidak membatalkan puasa.

Meskipun demikian, perasaan marah yang tidak terkendali akan menghilangkan makna dan pahala puasa.

”Kalaupun orang muncul kemarahan ketika puasa, tentu harus segera ingat bahwa dirinya sedang berpuasa,” imbuhnya.

Sulhani menegaskan, hilangnya makna dan pahala puasa karena marah bukan berati puasa seorang muslim batal.

Puasa orang tersebut tetap sah, tetapi menjadi sia-sia dan hanya menyisakan rasa haus dan lapar.

Sebagai catatan, penghilangan pahala puasa seseorang tentu bukan kewenangan manusia untuk menentukannya. Hal ini menjadi hak prerogatif Allah.

Ditambahkan Sulhani, seseorang bisa berwudu, berzikir, dan menyebut nama Allah untuk meredam amarah.

”Saat kita marah, kita cenderung  melakukan hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Wudu bisa membantu kita untuk berpikir jernih dan mengendalikan amarah,” tandasnya. (zia/adi)

Editor : Damianus Bram
#puasa #universitas islam negeri #batal #marah #ramadhan #UIN