Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Polemik Pernikahan Dini di Kota Solo, Butuh Penangkal yang Ampuh

Fauziah Akmal • Kamis, 2 Mei 2024 | 03:03 WIB
Ilustrasi kegiatan pembelajaran di halaman SDN Nayu Barat II.
Ilustrasi kegiatan pembelajaran di halaman SDN Nayu Barat II.

RADARSOLO.COM Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mendorong guru dan orang tua, agar memiliki kesadaran dan pemahaman akan pendidikan seksualitas karena bukan hal tabu lagi. Hal ini untuk menekan angka pernikahan dini yang mengkhawatirkan.

Kepala Disdik Kota Solo Dian Rineta mengaku prihatin atas kasus pernikahan usia anak.

"Saya sedih dapat laporan dari DP3AP2KB, ternyata anak-anak yang menikah dini cukup tinggi," ujar Dian, Selasa (30/4).

Sebagai catatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solo mencatat, 119 anak usia 18 tahun ke bawah mengajukan permohonan menikah sepanjang 2023.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk tindakan preventif yang lebih kuat. Terutama dari lingkungan sekolah.

"Sekolah harus menjadi garda terdepan dalam membawa kesadaran kepada anak-anak, tentang bahaya pergaulan bebas. Mereka harus memiliki pemahaman yang kuat tentang konsekuensi dari tindakan mereka, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.

Dian mengatakan, program Sekolah Siaga Kependudukan menjadi salah satu langkah untuk mengatasi akar masalah yang menyebabkan pergaulan bebas dan pernikahan dini.

"Sekolah siaga kependudukan ini menangani anak-anak supaya tidak mudah tergiur dengan pergaulan bebas, yang pada akhirnya menjerumuskan mereka ke pernikahan dini," bebernya.

Selain upaya dari sekolah, kesadaran dari orang tua juga dianggap penting. Dian menekankan perlunya peran aktif orang tua dalam memberikan bimbingan kepada anak-anaknya.

"Orang tua harus terlibat secara langsung dalam mendampingi anak-anak mereka. Terus memberikan sosialisasi tentang hal-hal yang perlu dihindari, agar tidak terjerumus dalam pernikahan dini," tambahnya.

Sementara itu, pembicaraan terbuka tentang pendidikan seksual menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan. Dian menekankan untuk menghilangkan stigma tabu.

"Tidak ada kata tabu untuk itu. Justru karena kita sayang dengan anak-anak, maka dapat menjaga mereka dengan lebih baik," tegasnya. (zia/nik)

Editor : fery ardi susanto
#Sekolah Siaga Kependudukan #angka pernikahan dini di solo