RADARSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memimpin program kuliah kerja nyata (KKN) dan pengabdian kepada masyarakat kemitraan internasional (KI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) angkatan ke-11 di Kuala Lumpur, Penang, dan Johor Baru Malaysia. Program ini berlangsung selama satu bulan, mulai 31 Juli hingga 28 Agustus.
Wakil Rektor I UMS sekaligus Koordinator Program KKN KI Harun Joko Prayitno mengungkapkan, program ini melibatkan 60 mahasiswa dan 24 dosen dari 16 PTMA.
Mereka akan bertugas di 20 sanggar belajar (SB) yang terletak di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
"Tugas kemanusiaan ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan bagi anak-anak di SB. Mahasiswa akan berbaur dan merasakan semangat anak-anak yang berkeinginan kuat untuk mendapatkan pendidikan layak," kata ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan PTMA itu, Sabtu (3/8).
Perwakilan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur Firdaus mengatakan, program ini sebagai salah satu wujud duta diplomasi dan proyek kemanusiaan internasional.
"Sebab mereka akan mengabdikan diri dan berjuang di tengah keterbatasan ruangan, prasarana, dan sarana pendidikan yang memadai. Tetapi anak-anak dan pengelola-pengelola pendidikan mempunyai tekad dan semangat untuk mendapatkan layanan pendidikan yang luar biasa," ujar dia dalam sambutannya di KBRI Kuala Lumpur.
Firdaus juga menyoroti banyak anak-anak Indonesia di Malaysia yang tidak dapat mengakses pendidikan karena masalah dokumen. KBRI memberikan layanan pendidikan untuk mengatasi hal ini, meskipun tidak mendirikan sekolah resmi.
"Tugas mahasiswa KKN bukan hanya mengajar, tetapi juga membantu mengembangkan layanan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia," tandasnya. (zia/bun)
Editor : Niko auglandy