Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Epic! Dua Mahasiswa Asing UNS Juara Genomics Science Dojo, Kalahkan Peserta Genetika Doktoral Hingga Profesional Riset

Fauziah Akmal • Kamis, 12 Juni 2025 | 03:41 WIB

 

Dua mahasiwa UNS Sylvia Aulila Lugereka (kiri) asal Tanzania dan Nuha Amer Al-Aghbari dari Yaman.
Dua mahasiwa UNS Sylvia Aulila Lugereka (kiri) asal Tanzania dan Nuha Amer Al-Aghbari dari Yaman.

RADARSOLO.COM – Di tengah dominasi peserta dari bidang bioteknologi dan genetika, dua mahasiswa internasional Universitas Sebelas Maret (UNS) mencuri perhatian. Sylvia Aulila Lugereka asal Tanzania dan Nuha Amer Al-Aghbari dari Yaman juara pertama Dojo Science and Genomics World Champions 2025.

Genomics Science Dojo merupakan program pengembangan kapasitas analisis data genomik, yang didukung Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Sejatinya, dua mahasiswa ini bukan berasal dari disiplin inti kompetisi. Mahasiswa Program Studi (Prodi) S2 dan S3 Ilmu Kesehatan Masyarakat ini mengalahkan 22 tim, dari total 60 tim pendaftar se Indonesia.

Selama empat bulan terakhir, mereka menjalani tiga rangkaian minicamp intensif dan berhasil masuk ke babak final di Jakarta, 23 Mei 2025. Mengandalkan data sekunder dari IFLS dan kekuatan argumentasi, mereka menembus babak demi babak dalam turnamen. Padahal mereka berkompetisi dengan mahasiswa genetika tingkat doktoral, hingga profesional riset.

“Awalnya kami ragu karena peserta lain kebanyakan dari bidang yang lebih teknis. Tapi dengan kerja sama yang kuat dan persiapan matang, kami bisa bertahan,” ujar Sylvia.

Tantangan demi tantangan mereka hadapi, mulai dari menyusun manuskrip, menanggapi hasil review, hingga duel argumentasi langsung dalam sesi bernama Shinjitsu Ninja.

“Kami harus siap setiap saat, karena tidak tahu akan menghadapi tim mana saja. Kami bahkan tidak tidur pada malam jelang babak final,” imbuhnya.

Kunci keberhasilan mereka terletak pada pembagian peran yang jelas. Nuha fokus menjawab argumen dari lawan, sementara Sylvia menyoroti celah dalam presentasi tim lain. Dengan bimbingan mentor yang dijuluki “sensei,” strategi mereka makin tajam.

“Program ini sangat menantang sekaligus memperkaya pengalaman. Saya sarankan mahasiswa UNS, khususnya di bidang sains, ikut tahun depan. Kesempatan publikasi gratis sangat sayang untuk dilewatkan,” pesannya. (zia/fer)

Editor : fery ardi susanto
#universitas sebelas maret #mahasiswa internasional uns #mahasiswa asing uns #Dojo Science and Genomics World Champions 2025