RADARSOLO.COM – Sekolah Luar Biasa (SLB) Anugerah Colomadu, Karanganyar resmi memiliki gedung baru. Ditandai peresmian oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah Sadimin, Rabu (10/12). Melalui momentum ini, Sadimin menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Launching gedung juga dihadiri pengurus yayasan SLB Anugerah, jajaran Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karanganyar, tenaga pendidik, orang tua siswa, hingga perwakilan masyarakat setempat. Ditandai penandatanganan prasasti oleh Sadimin. Dilanjutkan simbolis memegang wayang kulit dan pentas kreasi siswa SLB.
Gedung baru ini dibangun untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM), dengan fasilitas yang ramah ABK. Mulai dari ruang terapi, ruang kelas adaptif, hingga sarana penunjang kemandirian siswa.
Sadimin mengapresiasi pihak SLB Anugerah dan yayasan, yang konsisten mengembangkan layanan pendidikan bagi ABK. Dia menegaskan pemprov terus mendorong penyediaan fasilitas pendidikan yang layak, setara, dan inklusif.
“Momentum ini merupakan komitmen untuk menyediakan pendidikan yang setara bagi seluruh masyarakat. Kehadiran SLB merupakan tanggung jawab bersama, untuk memastikan anak-anak istimewa ini mendapat fasilitas pendidikan yang layak,” ucapnya.
Pada kesempatan ini, Disdik Provinsi Jateng berikan bantuan Rp 50 juta. Sadimin mengaku terketuk atas komitmen SLB Anugerah dalam mengasuh dan mendidik ABK.
“Kalau dari Karanganyar memberikan Rp 25 juta, kami Provinsi Jateng membantu Rp 50 juta untuk keberlanjutan SLB Anugerah,” imbuhnya.
Pendiri SLB Anugerah Eko Setiyoasih mengaku gedung baru ini diharapkan memperluas kapasitas layanan, sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran. Mengingat selama ini, permintaan masyarakat terhadap pendidikan khusus terus meningkat. Hanya saja keterbatasan ruang menjadi tantangan utama.
“Gedung baru ini nantinya secara bertahap kami harapkan menjadi pusat pembelajaran sekolah. Mengingat semakin banyak jumlah siswa yang kami didik di sini. Saat ini ada 40 siswa yang antar-jemput, serta 55 siswa yang di asrama gedung ini,” jelasnya.
Gedung baru ini dibangun dua lantai seluas 750 meter persegi. Dilengkapi fasilitas ruang terapi, ruang guru, ruang kelas, toilet difabel, serta taman seluas 450 meter persegi.
“Saya tidak menyangka banyak pihak yang turut membantu keberlanjutan sekolah ini. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto