Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jejak Literasi dan Peradaban: Menggali Moderasi dari Teks dan Manuskrip Ulama Nusantara

Alfida Nurcholisah • Kamis, 18 Desember 2025 | 01:48 WIB

 

Jejak Literasi Manuskrip Ulama Nusantara di UMS, Selasa (16/12).
Jejak Literasi Manuskrip Ulama Nusantara di UMS, Selasa (16/12).

RADARSOLO.COM – Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis (FKMTH) se Jateng-DIY, bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMP IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Jejak Literasi dan Peradaban: Menggali Moderasi dari Teks dan Manuskrip Ulama Nusantara, Senin-Selasa (15-16/12).

Kegiatan juga diisi seminar nasional, yang menghadirkan dua guru besar sebagai narasumber. Yakni Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga Abdurrahman, serta Guru Besar Tafsir Nusantara Islah Gusmian.

Dalam paparannya, Abdurrahman menekankan pentingnya merekonstruksi tradisi keilmuan Islam Nusantara melalui kajian tafsir dan hadis. Menurutnya, manuskrip ulama Nusantara tidak hanya mencerminkan kekayaan intelektual masa lalu, tetapi juga merepresentasikan wajah Islam yang moderat dan kontekstual.

“Tradisi tafsir dan hadis di Nusantara menunjukkan bagaimana Islam berkembang sebagai peradaban yang adaptif, toleran, dan mampu berdialog dengan budaya lokal,” ujarnya.

Sementara itu, guru besar UIN Raden Mas Said Islah Gusmian menyoroti manuskrip sebagai sumber penting, untuk memahami praktik moderasi beragama dari perspektif teks maupun konteks. Menurutnya, karya-karya ulama Nusantara sarat nilai toleransi dan kebijaksanaan dalam menyikapi perbedaan.

“Manuskrip tidak sekadar peninggalan kuno, tetapi wadah keilmuan yang hidup. Dari teks-teks inilah kita bisa menggali bagaimana moderasi Islam dirumuskan dan dipraktikkan sejak ratusan tahun lalu,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan perlombaan tingkat nasional. Meliputi Musabaqah Hifzhil Qur’an, Musabaqah Hifzhil Hadis, serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an yang diikuti pelajar SMA dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Selain itu, digelar pula pameran manuskrip kuno karya ulama Nusantara, termasuk naskah bertarikh 1700-an beserta peralatan tradisional pembuatan naskah.

Ketua FKMTH se-DIY dan Jateng sekaligus penanggung jawab kegiatan, Mulabbi Al Wasi’ menyampaikan, agenda ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan mengenalkan manuskrip Nusantara kepada generasi muda.

“Kami ingin manuskrip tidak hanya dipandang sebagai benda masa lalu, tetapi sebagai sumber keilmuan yang perlu dilestarikan melalui penelitian dan kajian,” ungkapnya.

Sebanyak sekira 220 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini, berasal dari Jawa Tengah, DIY, hingga daerah lain seperti Malang, Kediri, dan Jakarta. Mulabbi berharap kegiatan ini dapat memantik minat pelajar dan mahasiswa untuk lebih mengenal serta melestarikan warisan intelektual ulama Nusantara. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#manuskrip kuno ulama Nusantara #Ulama Nusantara #manuskrip kuno #pameran manuskrip kuno karya ulama Nusantara di ums