Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

54 Mahasiswa UNS Terdampak Banjir Sumatera Dan Aceh Dapat Bantuan, Masing-Masing Rp 1 Juta

Alfida Nurcholisah • Kamis, 25 Desember 2025 | 02:02 WIB

 

Mahasiswa UNS terdampak bencana banjir Sumatera dan Aceh terima bantuan dari kampus.
Mahasiswa UNS terdampak bencana banjir Sumatera dan Aceh terima bantuan dari kampus.

RADARSOLO.COM – Universitas Sebelas Maret (UNS) salurkan bantuan kepada mahasiswa terdampak bencana di sejumlah daerah. Dari total 80 mahasiswa yang masuk pendataan awal, hanya 54 yang layak terima bantuan sesuai hasil verifikasi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNS Dody Ariawan menjelaskan, pendataan dilakukan via wawancara dan verifikasi dokumen. Verifikasi menyasar 80 mahasiswa yang diusulkan.

“Dari hasil verifikasi, yang betul-betul terdampak hanya 54 mahasiswa UNS,” jelas Dody saat ditemui di Ruang Sidang Wakil Rektor UNS, Rabu (24/12).

Di tahap awal, masing-masing mahasiswa digelontor bantuan Rp 1 juta. Anggaran bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNS dan bidang kemahasiswaan.

“Tahap awal kami kejar Rp 1 juta dulu. Ke depan akan kami pantau lagi, apakah masih memerlukan bantuan lanjutan atau tidak. Termasuk bentuk bantuannya seperti apa,” bebernya.

Selain bantuan internal kampus, mahasiswa terdampak juga memperoleh bantuan dari pemerintah Rp 1,25 juta. Bantuan disalurkan dalam tiga kali pencairan.

Manajer Operasional UPZ UNS Catur Wibowo mengaku, saat proses verifikasi mahasiswa bersangkutan harus bisa dihubungi. Termasuk mengunggah foto atau video yang menunjukkan kondisi dampak bencana di sekitarnya.

Secara geografis, mahasiswa terdampak berasal dari tiga provinsi. Mulai dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Mahasiswa yang dapat bantuan dari 13 fakultas. Termasuk pascasarjana. Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (fkip) paling banyak dengan 21 mahasiswa,” urainya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pendataan dilakukan sejak bencana terjadi pada 28 November 2024, kemudian dilanjutkan pendataan awal Desember melalui media sosial.

“Secara dokumen, ada rumah yang rusak, berlumpur, dan kondisi lain yang menunjukkan dampak bencana,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa terdampak asal Tapanuli, Rizki Wahyuni Matondang, mahasiswa semester 9 Fakultas Ekonomi Pembangunan UNS asal Tapanuli Tengah, menceritakan kondisi kampung halamannya yang hancur tersapu banjir.

“Rumahku hancur total. Orang tuaku sekarang tinggal di sekolah. Satu kampung itu sudah hancur banget,” tuturnya.

Ia menjelaskan banjir bandang datang dengan cepat dan menghancurkan permukiman hanya dalam waktu tiga jam.

“Air itu menyapu satu kampung. Orang tuaku sampai mengungsi ke hutan selama lima hari. Hari keenam baru bisa aku hubungi,” katanya.

Rizki mengaku sempat kehilangan kontak dengan keluarganya karena informasi terputus sejak pukul 11.00 siang pada hari kejadian.

“Sedih banget, rumah yang jadi tempat tinggal sudah tidak ada lagi. Tapi waktu dengar orang tuaku bilang masih selamat, aku alhamdulillah, karena banyak juga yang meninggal di sana,” ujarnya.

Ia berancana akan mengirimkan bantuan untuk kebutuhan panagan orang tua dan keluarganya di lokasi bencana.

 “Harga pangan di sana mahal. Bantuan dari Bulog juga cepat habis, di hari keenam atau ketujuh orang tuaku bilang bantuannya sudah tidak ada. Bahkan sempat terjadi penjarahan minimarket,” ungkapnya.

Hingga kini, Rizki belum dapat pulang ke kampung halaman karena akses jalan belum bisa dilalui kendaraan dan harga tiket masih mahal.

“Sekarang belum memungkinkan untuk pulang,” pungkasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#mahasiwa uns korban banjir sumatera aceh terima bantuan #mahasiswa uns korban bencana terima bantuan #mahasiwa uns asal aceh terima bantuan