Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Gencar Cegah Perundungan, Pemokot Solo Punya Program Gerakan Rukun Sama Teman

Alfida Nurcholisah • Senin, 12 Januari 2026 | 19:07 WIB

 

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo Vanessa Ardi bercengkrama dengan siswa SDN Kemasan 1, Senin (12/1).
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo Vanessa Ardi bercengkrama dengan siswa SDN Kemasan 1, Senin (12/1).

RADARSOLO.COM Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo Vanessa Ardi resmikan Program Rukun Sama Teman (RST) di SD Negeri Kemasan 1, Senin (12/1). Kegiatan ini disambut antusias oleh ratusan siswa, guru, hingga pemerintah desa setempat.

Program ini merupakan turunan dari kebijakan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 tahun 2026, yang difokuskan pada upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Vanessa menjelaskan, gerakan ini menjadi langkah preventif untuk meminimalkan potensi konflik antarsiswa, khususnya pada anak kelas 4 hingga 6, yang mulai memasuki masa pubertas dan memiliki sensitivitas emosional lebih tinggi.

“Tugas kita adalah membantu anak-anak menyiapkan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Di usia kelas 4-6, masa pubertas dan sensitivitas itu sudah mulai muncul dan kadang memicu konflik antar teman,” ujarnya.

Melalui program ini, Vanessa juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial sejak dini. Ia berharap siswa tidak hanya rukun di sekolah, tetapi juga memiliki empati dan kepekaan tinggi terhadap lingkungan sekitar.

“Harapan saya teman-teman mulai peduli dan jiwa sosialnya bisa lebih keluar lagi,” imbuhnya.

Sebagai penguatan program, Vanessa menginisiasi pembentukan Duta Sayang Teman di setiap kelas. Peran duta ini diharapkan mampu menjadi jembatan kerukunan antarsiswa dan mempererat rasa kepedulian terhadap sesama.

“Saya juga tadi dengan kepala sekolah menginisiasi adanya duta sayang teman di setiap kelas, tujuannya untuk menjalin hubungan kekeluargaan kepedulian antar teman. Saya harap sekolah-sekolah yang lain juga bisa mengaplikasikan hal serupa," katanya.

Kepala SDN Kemasan 1 Sri Yanti menambahkan, program ini merupakan bagian dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) khususnya program bermasyarakat, yang bertujuan menciptakan sekolah sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.

“Program rukun sama teman ini sejalan dengan G7KAIH. Kami ingin sekolah benar-benar menjadi ruang yang ramah bagi anak,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah akan menerbitkan surat keputusan (SK) pembentukan Duta Sayang Teman serta menyiapkan langkah-langkah strategis berbasis kearifan lokal.

Nilai-nilai seperti andap asor, tepo sliro, grapyak semanak, pangerten, dan guyub rukun akan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran sebagai praktik baik di setiap kelas.

“Nilai budaya lokal ini akan kami angkat dan terintegrasi dalam setiap pembelajaran, sehingga gerakan ini menjadi upaya nyata pencegahan bullying,” jelas Sri Yanti.

Peluncuran program Rukun Sama Teman turut melibatkan unsur kecamatan, orang tua siswa, dan pemerintah desa. Acara ini ditandai dengan prosesi simbolis cap tangan perdamaian dari masing-masing siswa serta kegiatan membuat bunga dari kertas berisi harapan untuk teman sebagai wujud komitmen kebersamaan dan kepedulian antarteman. (alf/nik)

.

Editor : fery ardi susanto
#cegah perundungan di solo #Program Rukun Sama Teman #launching program rukun sama teman