Jumat, 20 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Best Western Premier Solo Baru Hadirkan Papeda Khas Papua

Rabu, 10 Jan 2018 09:59 | editor : Bayu Wicaksono

Menu-menu baru yang diluncurkan Best Western Premier Solo Baru awal tahun ini.

Menu-menu baru yang diluncurkan Best Western Premier Solo Baru awal tahun ini. (KRISNA GUSLU/RADAR SOLO)

SOLO BARU – Membuka awal tahun identik dengan inovasi-inovasi yang dikeluarkan para pelaku bisnis, termasuk di bidang perhotelan. Tak mau ketinggalan, kali ini Best Western Premier Solo Baru melakukan inovasi di sektor food and beverage (FnB). 

Ada tiga menu baru yang diluncurkan, merupakan kolaborasi masakan western dan nusantara. Yakni, Polo Piastra, Bistik Iga Sapi Canton, dan Papeda. Tiga menu tersebut sengaja dipilih Executive Sou Chef Best Western Premier Solo Baru Andri Chef Andri untuk memberi pilihan yang lebih bervariasi kepada tamu.

Ia sekaligus ingin memperkenalkan menu Indonesia bagian timur, yaitu Papeda. Menu bubur sagu tersebut disajikan bersama ikan kuah kuning dan tumis daun pepaya. Dikatakan Chef Andri, ia sengaja menyajikan menu sama persis seperti di daerah asalnya guna memberikan rasa dan tampilan yang otentik. Bahkan cara makan Papeda juga turut diperagakan. 

”Ini memang menjadi menu yang berbeda, terlebih Papeda. Karena di 2018 ini kami ingin memberikan sensasi yang berbeda. Sehingga yang disajikan tidak hanya menu-menu biasa,” tutur Chef Andri.

Menu lainnya adalah Polo Piastra.  Menu ini berisi ayam bakar ala Italia ditambah mi bayam, telur mata sapi, dan brokoli yang disajikan di atas hot plate dengan saus pedas manis. Selain bisa memberi warna yang menarik, bayam dipilih sebagai bahan pembuatan mi, mengingat kandungan vitamin dari sayuran tersebut.

”Ayam bakarnya dibumbui dengan dressing ala Itali, sehingga lebih creamy. Karena ingin memunculkan taste dari Italia,” ujar Chef Andri.

Sementara itu, menu Bistik Iga Sapi Canton adalah iga sapi yang dimasak dengan style Chinese food menggunakan bumbu ala canton. Saus tiram dan kecap asin merupakan dua bahan utama untuk menghasilkan cita rasa canton yang asam dan manis.

”Saya memilih bumbu ala canton karena tekstur bistik iga sapi tidak akan mengeluarkan banyak minyak. Sehingga tidak akan enek saat dimakan,” pungkas Chef Andri.

(rs/gis/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia