Senin, 23 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Hati-hati, di Sukoharjo Ada Jeglongan Sewu Lho!

Jumat, 12 Jan 2018 18:50 | editor : Bayu Wicaksono

Pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.

Pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)

SUKOHARJO – Sebuah spanduk berisi sindiran terpasang di Jalan Desa Ngarak–arak, Kecamatan Grogol, Jumat (12/1). Tak diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut. Yang jelas spanduk tersebut ada untuk mengkritik jalan sekitar yang banyak berlubang.

Salah seorang pengguna jalan, Gito, 36, mengatakan, spanduk tersebut tiba–tiba muncul dan sudah terpasang. Dia mengaku, dari tulisan yang terpampang di spanduk tersebut jelas mengkritik jalan di Ngarak–arak. Dalam spanduk tersebut tertulis selamat menikmati perjalanan Jeglongan Sewu Jalan Ngarak-arak.

Hal itu menunjukkan kondisi yang terjadi di jalanan tersebut. Jalan tersebut memang banyak terdapat lubang. Apalagi di musim penghujan ini jumlah lubang dan kerusakan makin bertambah. Hal ini jelas membuat pengguna jalan tak nyaman bila melintas di wilayah sekitar.

Sebuah spanduk berisi kritikan yang terpasang di Jalan Desa Ngarak–arak, Kecamatan Grogol.

Sebuah spanduk berisi kritikan yang terpasang di Jalan Desa Ngarak–arak, Kecamatan Grogol. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)

Gito menuturkan, sebenarnya jalanan tersebut sudah sering diperbaiki oleh Pemerintah Kabupten (Pemkab) Sukoharjo. Namun, lantaran hujan dan terus dilewati kendaraan berat jadi kondisinya rusak. ”Kalau perbaikan memang terus diperbaiki hanya saja karena hujan dan dilewati kendaraan berat jadi cepat rusak lagi,” katanya.

Kurniawan, 24, pengendara jalan lainya mengatakan, pihaknya merasa tak nyaman dengan kondisi jalan berlubang ini. Pihaknya ingin perbaikan jalan dengan sistem yang lebih kuat. Sebab, lalu lintas wilayah tersebut dilewati berbagai macam kendaraan. Bila menggunakan sistem yang lebih kuat akan lebih awet.

Selama ini memang sudah ada perhatian dari pemerintah berupa perawatan jalan seperti tambal jalan. Namun, melihat kondisi saat ini dengan cuaca yang terus turun hujan kalau hanya perbaikan biasa sepertinya akan kurang kuat. Karena itu perlu perbaikan yang lebih permanen.

”Bila kondisi jalan kuat tentu akan lebih bagus. Lebih kuat kalau tak hanya ditambal tapi diperbaiki total. Kalau selama ini menurut saya ditambal akan gampang rusak lagi karena memang ini musim penghujan,” paparnya.

Yang jelas, saat ini yang dirasakan masyarakat adalah tidak nyaman melewati jalan tersebut lantaran banyak lubang. Namun, soal pemasangan spanduk jeglongan sewu tersebut pihaknya tak mengetahui siapa pelakunya.

Sementara itu, Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan, jalan tersebut sudah dipastikan bakal diperbaiki tahun ini. Hanya saja masyarakat kurang sabar menunggu. Sudah ada anggarannya. “Itu masuk jalan yang menghubungkan beberapa desa. Jadi poros jalan desa, kewenangan kabupaten,” ungkap Bagas.

(rs/yan/bay/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia