Jumat, 20 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Radar Solo Events

Hebohnya Festival Literasi di SD Muhammadiyah PK Kottabarat

Jumat, 16 Mar 2018 14:57 | editor : Fery Ardy Susanto

Festival Literasi di SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Kamis (15/3).

Festival Literasi di SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Kamis (15/3). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Meningkatkan kecintaan siswa terhadap dunia jurnalistik, SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat akhirnya menggandeng Jawa Pos Radar Solo menggelar Festival Literasi, Kamis (15/3).

Festival Literasi kali ini juga dibarengi dengan gelaran pentas seni di sekolat tersebut. Tak heran, Festival Literasi di SD Muhammadiyah PK nampak lebih meriah. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 381 siswa, terdiri dari kelas 1-5 dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Gelaran Pentas Seni dibuka pembacaan ayat suci Alquran yang dibawakan oleh lima siswi. Dilanjutkan dengan performance siswa membawakan tari kreasi, lengkap dengan kostum asal Minang.

“Kegiatan ini memang diadakan sebagai ajang unjuk gigi para siswa dan guru untuk memamerkan potensinya di berbagai bidang. Dengan Festival Literasi bersama Jawa Pos Radar Solo ini, kami berharap dapat meningkatkan potensi siswa yang tergabung dalam ekskul jurnalistik,” beber Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Nur Salam kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Sebelum masuk ke acara literasi, tim Jawa Pos Radar Solo mengajak seluruh siswa untuk mencairkan suasana dengan menari bersama. Puas berjoged, tim Jawa Pos Radar Solo membagikan koran ke masing-masing siswa.

Seluruh siswa lantas diberi waktu untuk membaca koran Jawa Pos Radar Solo, dan tak lama bagi-bagi hadiah dilakukan. Panitia memberikan hadiah bagi siswa yang berani menceritakan berita dan foto yang paling menarik dalam terbitan koran.

“Aku paling suka foto soal kemacetan. Soalnya sekarang di mana-mana jalannya macet,” kata salah seorang siswa, Zafran yang berani naik ke atas panggung.

Tak sekadar membaca, tim Jawa Pos Radar Solo pun mengajak para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) jurnalistik untuk berbagi pengalaman sebagai seorang wartawan cilik. Salah seorang siswa kelas 5, Keke tak sungkan menceritakan pengalamannya saat mewawancarai narasumber.

“Aku pernah wawancara pedagang di Manahan. Aku tanya banyak hal. Mulai sejak kapan ia berjualan, berapa pendapatannya setiap hari, berapa keuntungannya, berapa banyak dagangannya yang laku dijual, hingga masih banyak pertanyaan lagi,” katanya.

Acara ini juga dimeriahkan berbagai acara menarik lainnya, mulai dari  dance, fashion show, hingga drama.

(rs/aya/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia