Jumat, 20 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Tutup Festival Kuliner dengan Pesta Tengkleng

Senin, 16 Apr 2018 14:20 | editor : Fery Ardy Susanto

Lomba fruit carving di gelaran Solo Indonesia Culinary Festival di Stadion Manahan.

Lomba fruit carving di gelaran Solo Indonesia Culinary Festival di Stadion Manahan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Gelaran Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2018 di area parkir Stadion Manahan berakhir Minggu (15/4). Puncaknya, festival ditutup dengan pesta tengkleng gratis yang dibagikan kepada pengunjung.

Ketua Panitia SICF 2018, Daryono menjelaskan, di hari terakhir disajikan 1.500 porsi tengkleng yang merupakan salah satu kuliner khas Kota Bengawan. Tengkelng dipilih lantaran paling diburu wisatawan, terutama dari luar daerah. Selain itu, tengkleng Solo dinilai memiliki cita rasa berbeda dari daerah lain.

”Tengkkeng ini salah satu daya tarik kuliner di Solo. Selanjutnya, kami akan terus menyajikan kuliner khas yang berbeda dibandingkan kota lainnya. Beberapa di antaranya sosis solo dan timlo. Kalau soto mungkin setiap daerah ada, tapi kalau timlo, adanya ya hanya di Solo,” beber Daryono kepada Jawa Pos Radar Solo.

Panitia tidak bisa memilah dari mana saja pengunjung  yang hadir di SICF 2018. Namun, dia ingin mengemas gelaran ini jauh lebih baik di tahun-tahun berikutnya. Dengan harapan tingkat kunjungan dantarget penjualan terus meningkat.

Deriawan Nugraha, pengunjung asal Semarang mengaku sedang berlibur di Kota Solo sekalian menghabiskan libur panjang. Bersama dengan keluarganya, Deri coba berburu kuliner di SICF 2018.

”Awalnya tahu dari Instagram. Lalu tanya-tanya saudara yang ada di Solo, dan ternyata benar. Langsung Minggu pagi jalan ke sini. Setelah mencoba, ternyata banyak kuliner di Solo yang perlu diulik lagi,” ujarnya.

(rs/gis/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia