Minggu, 22 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Sewa Stadion Trikoyo Klaten Cuma Setara Rental Mobil

Senin, 16 Apr 2018 17:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Rumput Stadion Trikoyo mulai gundul.

Rumput Stadion Trikoyo mulai gundul. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN Renovasi Stadion Trikoyo baru saja rampung 2017. Meliputi gapura pintu masuk, tribun timur, peninggian lapangan, perbaikan drainase, penggantian rumput, pemasangan pagar pembatas, hingga renovasi tribun timur. Sayangnya, baru setahun dipercantik, kondisi rumput stadion kebanggaan wong Klaten ini merana.

Di sejumlah bagian, nampak rumput lapangan yang gundul. Penyebabnya tak lain karena tingginya intensitas pemakaian dalam kurun setahun terakhir. Intensitas bahkan naik dua kali lipat setelah PSIK berlaga di Liga 3 Zona Jateng 2018.

Selain PSIK, Stadion trikoyo ternyata juga di sewakan untuk instansi dan umum. Bahkan di pagi hari, cukup banyak sekolahan di sekitar stadion yang memanfaatkannya untuk kegiatan plajaran olahraga.

Kondisi ini dikeluhkan Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klaten, Mera Sunantri. Masalah ini sudah disampaikan ke DPRD dan Pemkab Klaten. Mengingat Stadion Trikoyo diplot sebagai host Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 cabang sepak bola, Oktober mendatang.

”Sebentar lagi digunakan untuk porprov, tapi rumputnya sudah mulai rusak. Ya karena itu tadi, banyak yang memakainya. Hampir setiap hari tidak pernah libur,” keluh Mera kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (15/4).

Jenis rumput yang dipakai Trikoyo yakni Japonica. Sesuai standar untuk lapangan sepak bola. Idealnya, setelah digunakan untuk pertandingan, rumput butuh waktu istirahat sekitar tiga hari. Agar pertumbuhan rumput stabil dan tidak stress.

Yang bikin Mera kaget lagi, biaya sewa Trikoyo terbilang murah. Hanya Rp 150 ribu per pertandingan. Angka ini jauh di bawah Stadion Sriwedari Solo yang sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta untuk instansi dan umum. Harganya bisa berkali lipat jika disewa untuk laga kandang Persis Solo.

”Saya cukup kaget sewa stadion untuk pertandingan hanya Rp 150 ribu saja. Murah sekali dan tidak berbanding dengan biaya perawatan yang harus dikeluarkan pemkab. Uang segitu tidak cukup untuk perawatan rumput per meter. Harusnya ada revisi perda soal retribusi itu,” imbuh Mera.

Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Teknik dan Evaluasi Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten, Sriyanto membenarkan jika sewa stadion untuk pertandingan hanya Rp 150 ribu saja. Sesuai perda tarif retribusi jasa usaha.

”Kami cukup kesulitan dalam perawatan rumput karena padatnya jadwal. Kalau anggaran khusus perawatan rumput tidak ada. Menjadi satu dengan anggaran pemiliharaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Totalnya Rp 1,25 miliar, tetapi masih dibagi untuk honor 50 THL, operasional kendaraan, hingga pengadaaan alat kerja,” terangnya.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia