Minggu, 22 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Mantan Dewan Endus Dugaan Kenaikan Harga Raskin

Senin, 16 Apr 2018 16:15 | editor : Fery Ardy Susanto

Mantan anggota DPRD Sragen Mahmudi Tohpati saat memperlihatkan surat laporan ke Tim Satgas Saber Pungli, Minggu (15/4).

Mantan anggota DPRD Sragen Mahmudi Tohpati saat memperlihatkan surat laporan ke Tim Satgas Saber Pungli, Minggu (15/4). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

*

SRAGEN – Mantan anggota DPRD Sragen Mahmudi Tohpati melaporkan ke Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Sragen dan kepolisian setempat, terkair dugaan pungli yang dilakukan pemerintahan Desa , Kecamatan Tanon. Hal ini terkait adanya dugaan pelanggaran penebusan penerimaan beras miskin (Raskin, yang diduga dinaikkan Rp 1.000 per paket.

Anggota dewan pada periode 1999-2009 ini menyampaikan dalam investigasinya, ada pungli dan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) di sana. Pasalnya institusi pemerintah diberi ketentuan penyaluran Rp 24 ribu per paket, namun di Desa Jono, warga miskin yang berhak dimintai Rp 25 ribu untuk menebus. ”Jadi ada tambahan Rp 1.000 per paket,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Pihaknya menggali data, bahwa ada sekitar 407  warga miskin di Desa Jono. Penebusan ini berlangsung dari tahun 2007-2016, yangitu artinya sudah berlangsung 9 tahun lamanya. Pihaknya mengasumsikan uang yang perlu dipertanggungjawabkan mencapai Rp 37.260.000.

”Perlu diselidiki atas dugaan pungli penambahan nilai tebusan yang dilakukan perangkat Desa Jono tersebut,” tegasnya.

Terpisah, Kades Jono, Iwan saat diklarifikasi menyampaikan pihaknya siap dilaporkan oleh siapapun jika memang bersalah. Dia menyampaikan sudah mendengar soal raskin itu, dan akan memberikan keterangan pada penyidik terkait dugaan pungli tersebut. ”Saya tidak apa-apa dilaporkan, nanti keterangan yang sebenarnya akan saya sampaikan ke penyidik, baik kepolisian ataupun kejaksaan,” tuturnya. (din/nik)

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia