Senin, 23 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Makelar Kios Pasar Klewer Bisa Raup Miliaran Rupiah

Senin, 16 Apr 2018 20:36 | editor : Fery Ardy Susanto

Makelar Kios Pasar Klewer Bisa Raup Miliaran Rupiah

SOLO – Jual beli dan alih sewa kios di Pasar Klewer bukan kasus baru. Sejumlah pedagang pasar sandang terbesar di Jawa Tengah ini membenarkan praktik tersebut sudah berlangsung sejak lama. Namun, kasus tersebut tidak pernah terungkap tuntas. 

Jawa Pos Radar Solo, Senin (16/4) mencoba menggali informasi tentang praktik jual-beli atau sewa kios di Pasar Klewer itu dari sejumlah pedagang pasar setempat. Salah satu pedagang yang enggan disebut namanya kepada koran ini memastikan bahwa praktik jual beli dan sewa menyewa kios tersebut telah menjadi rahasia umum bagi masyarakat pasar. Bahkan, hal semacan itu tidak hanya terjadi di ranah kios, tetapi juga ditemukan pada sejumlah los di lantai paling atas pasar tersebut.

“Kalau orang sini sudah tidak kaget lagi. Lha wong faktanya memang seperti itu (jual beli dan sewa menyewa, Red). Tapi perlu dilihat juga, pedagang yang menyewa itu kan memang butuh. Sementara yang menyewakan karena tidak bisa bertahan,” kata pria parobaya ini. 

Namun, dirinya juga kaget saat ada orang yang berani mengunggah info jual kios di Pasar Klewer lewat situs jual beli online. Seharusnya pedagang atau pemilik kios di sini sama-sama paham akan konsekuensi tersebut. Dirinya menduga bahwa si pengunggah tersebut adalah makelar atau calon kesekian.

“Kalau orang di sini biasanya sudah ada mekanisme sendiri. Paling tidak ada yang meng-handle dan akhirnya dipertemukan langsung sama si pemilik kios,” beber dia.

Seorang pedagang lain yang juga enggan ditulis namanya menambahkan, siapa saja yang ada di Pasar Klewer bisa merangkap jadi perantara jual atau sewa kios. Ia mencontohkan, dirinya kini menjalankan salah satu kios pakaian di lantai 2 pasar setempat. Karena ada salah satu teman pedagang yang kesulitan dalam jual beli sejak pasar terbakar, dirinya langsung mengiyakan tawaran untuk menyewa kios tersebut. Alhasil kini dirinya menjalankan dua kios. Kios pertama atas nama dirinya dan kios kedua atas nama pedagang lain.

“Sebenarnya ya sudah biasa. Saya selaku penyewa bisa memaksimalkan dagangan saya, sementara penyewa juga bisa menutup kerugian dengan biaya sewa yang ia terima,” kata dia. Yang jelas, sambung dia, kalau tidak sampai terjepit, tidak akan ada pedagang yang jual kiosnya.

Soal harga kios di Pasar Klewer yang ditawarkan di situs jual beli online hingga Rp 2,25 miliar, untuk ukuran 4x7 meter,  pedagang tersebut mengatakan bahwa harga tersebut tidak wajar. “Biasanya itu sekitar Rp 1 miliaran, nggak sampai Rp 2 miliar. Saya pikir itu sudah tangan ke berapa mungkin,” jelas dia. 

Salah satu orang yang kerap jadi makelar jual beli atau sewa kios dan los Pasar Klewer, sebut saja Septi mengungkapkan bahwa fenomena jual beli atau sewa kios atau los di Pasar Klewer cukup lumrah. Perbedaan tinggi rendahnya biaya sewa atau harga jual biasanya tergantung lokasi kios atau los tersebut.

Jika berada di dekat akses masuk pasar, maka harganya akan semakin tinggi. Berbeda dengan kios yang berada di tengah atau jauh dari pintu masuk pasar. “Paling marak itu sebenarnya setelah kepindahan pedagang dari pasar darurat ke pasar baru pada April 2017 lalu,” jelas dia.

Kala itu, dirinya berhasil melancarkan sewa dua kios dengan nominal mencapai Rp 60 juta per tahunnya. Ia pun hampir saja berhasil membantu penjualan dua kios ukuran 1,8 x 2 meter dengan nominal Rp 1,25 miliar. Namun, semua itu batal lantaran menjelang kepindahan pedagang dari pasar darurat ke bangunan pasar baru, isu jual beli atau sewa kios mulai tersorot media.

“Jadi batal dulu. Calon pembelinya mundur karena tahu dari berita. Padahal, kalau deal saya bisa dapat komisi lumayan dari dua pihak (penjual dan pembeli),” beber Septi. 

Terkait maraknya praktik jual beli dan sewa kios ini, Lurah Pasar Klewer Edi Murdiarso ketika dikonfirmasi enggan menjawab secara detail. Ia hanya mengungkapkan bahwa nama penjual kios seperti diunggah dalam situs online tersebut tidak ada di daftar pemegang SHP di Pasar Klewer. Meski demikian, pihaknya memastikan bakal menyegel kios tersebut, jika benar ada jual beli atau sewa kios atau los.

“Kami masih cari siapa orangnya. Ini masih proses untuk memastikan hal itu. Kalau benar, nanti SHP bisa kami cabut,” tegas Edi.

(rs/ves/fer/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia