Senin, 23 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Pemkot Bakal Pidanakan Pemilik Kios pasar Klewer yang Dijual

Selasa, 17 Apr 2018 11:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Aktvitas di dalam Pasar Klewer.

Aktvitas di dalam Pasar Klewer. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Temuan jual beli dan sewa-menyewa kios Pasar Klewer dianggap sebuah pelanggaran yang masuk kategori korupsi. Pemkot Surakarta ancang-ancang melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta Subagyo mengatakan, kios Pasar Klewer adalah milik negara. Tidak dibolehkan untuk diberjualbelikan atau dialihsewakan kepada siapapun. Pedagang hanya diberikan surat hak pakai (SHP). Jika sudah tidak digunakan, SHP yang dipegang diharapkan dapat dikembalikan ke pemkot.

“Upaya hukum bisa saja kami lakukan. Kami tinggal lapor polisi saja selesai. Aparat juga bisa langsung masuk tanpa ada laporan pemkot. Apalagi  ada saber pungli,” katanya, Senin (16/4).

Subagyo menambahkan, pemkot akan memproses dugaan temuan jual beli dan sewa menyewa yang diunggah di salah satu situs jual beli online tersebut. Modus yang digunakan diakui cukup baru, yakni menggunakan perantara atau broker. Pemilik aseli SHP tidak berani menawarkan langsung kepada calon pembeli.

“Mereka dengan petugas kami itu sering kucing-kucingan. Saat ditanyakan SHP, jawabnya masih dipegang. Tapi kok yang pakai kiosnya bukan dia? Katanya yang di kios itu pegawainya. Kalau gitu gimana?,” jelasnya.

Selain melaporkan ke polisi, pemkot juga akan memperketat pengawasan pemanfaatan SHP. Dijelaskan Subagyo, SHP yang dipegang pedagang hanya berlaku selama tiga tahun. Setiap tiga tahun sekali mereka wajib registrasi ulang kepada pengurus pasar. Lurah Pasar Klewer bertanggungjawab untuk memastikan bahwa yang memperpanjang SHP adalah benar-benar pedagang asli. “Di poin itu akan kami perketat lagi agar pengawasannya maksimal,” tegasnya.   

Sikap tegas juga ditunjukkan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyamo. Menurut pria yang akrab disapa Rudy itu, pedagang Pasar Klewer sudah melakukan kejahatan korupsi. Mereka menjual aset negara atau paling tidak menyalahgunakan kewenangan. Pemkot akan koordinasi untuk menjerat pelaku jual beli atau sewa menyewa kios Pasar Klewer tersebut.

“Kami ngurusi nggak pernah minta satu sen pun, kok malah mereka mencari keuntungan sendiri. Siapapun yang menyewakan, mohon untuk dikembalikan. Masalah ini akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

(rs/irw/fer/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia