Senin, 23 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

KA Bandara Diklaim Dongkrak Penumpang Pesawat 30 Persen di Solo

Senin, 07 May 2018 12:41 | editor : Fery Ardy Susanto

Menhub Budi Karya Sumadi bicara proyek KA bandara sebelum perjalanan Solo-Jogja menggunakan KA Prameks, Minggu (6/5).

Menhub Budi Karya Sumadi bicara proyek KA bandara sebelum perjalanan Solo-Jogja menggunakan KA Prameks, Minggu (6/5). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Kementerian Perhubungan menargetkan kereta api yang menghubungkan Stasiun Balapan- Bandara Internasional Adi Soemarmo rampung pada Februari 2019. Keberadaan kereta bandara  diprediksi akan mendongkrak jumlah penumpang pesawat sebesar 30 persen.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat perjalanan dari Solo ke Jogja menggunakan Kereta Api (KA) Prameks, Minggu siang (6/5).

Salah satu faktor peningkatan penumpang pesawat yang melalui Adi Soemarmo adalah calon penumpang yang berasal dari Kabupaten Klaten dan Jogjakarta sisi timur dan utara. Mereka memilih terbang dari Solo karena jaraknya lebih dekat. Terlebih nanti saat Bandara Internasional Adi Sucipto dipindah ke Kulon Progo.

“Kalau nanti (Bandara) Kulon Progo jadi, yang dari Klaten nanti lewat sini (Solo). Karena mereka punya konektivitas antarmoda. Dari Klaten langsung ke Bandara Solo. Jika tahun lalu bisa naik 30 persen, tahun depan kita targetkan naik lagi 30 persen,” terangnya.

Saat ini, lanjut Budi, jumlah penumpang dari Bandara Adi Soemarmo menyentuh angka 2,5 juta orang per tahun. Dia yakin setelah seluruh infrastruktur selesai dibangun, akan terjadi kenaikan hingga 3 juta penumpang. Bahkan Menhub yakin kenaikan jumlah penumpang akan lebih tinggi dari target yang ditentukan.  Namun saat ini pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, yakni pembuatan rel untuk kereta bandara.

Untuk jalur yang melintas di kawasan Kadipiro, Banjarsari, Menhub yakin PT Kereta Api Indonesia (KAI) mampu mengatasi. Namun soal pembangunan rel di lahan milik TNI Angkatan Udara (AU), tampaknya masih harus sedikit menunggu waktu.

“Kami akan koordinasi dengan AU nanti. Kalau yang pembebasan lahan masyarakat sudah diatur sesuai dengan undang-undang. Wali kota juga memberi dukungan agar proyek itu cepat kelar,” katanya.

Kepala KAI Daop VI Jogjakarta Eko Purwanto mengatakan, KAI akan melakukan pengecekan akhir untuk lahan yang akan dibangun jalur kereta bandara. Eko memastikan sebagian persoalan pembebasan lahan warga telah selesai. Termasuk penertiban hunian di bantaran rel kereta api.

Saat ini akan dimulai pengerjaan peron dan stasiun pemberangkatan kereta bandara di Stasiun Balapan. Peron khusus kereta bandara itu sudah masuk tahap lelang. Bulan ini pengerjaan peron akan dilaksanakan hingga akhir Oktober mendatang.

“Akhir tahun ini semuanya selesai. Termasuk stasiun yang ada di Kadipiro,” katanya.

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia