Sabtu, 21 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Features

Kisah Mbah Putih, Nenek yang Berulang Kali Mati Lalu Hidup Lagi

Senin, 04 Jun 2018 07:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Slamet mencoba berkomunikasi dengan ibunya (Mbah Putih) yang terbaring di kamarnya, Minggu (3/6).

Slamet mencoba berkomunikasi dengan ibunya (Mbah Putih) yang terbaring di kamarnya, Minggu (3/6). (IWAN DWI WAHYU/RADAR SOLO)

KEMATIAN pasti datang kapan saja dan di mana saja. Tetapi, semua itu hanya Tuhan yang tahu. Tapi bagaimana kalau manusia sudah mati lalu hidup lagi?

Ya, sosok tersebut tak lain Paijem alias Mbah Putih. Nenek 90 tahun asal Balepanjang, Kecamatan Baturetno, Wonogiri ini sempat membuat gempar warga.

Pagi itu sekitar 09.00 WIB, Slamet, 48, masih melakukan rutinitas memandikan sang ibu tercinta, Paijem atau yang akrab disapa Mbah Putih. Slamet mendudukkan ibunya di sebuah kursi di kamar mandi belakang rumahnya. Ya, karena kondisi ibunya sudah sepuh dan fisiknya sudah lemah, dia memang memerlukan bantuan orang lain untuk beraktivitas, termasuk mandi.

Sejak empat bulan lalu, Mbah Putih hanya bisa tiduran di ranjang karena sakit. Bahkan sebelum Jumat (1/6), perempuan tua berambut putih ini sudah tidak mau makan selama 16 hari. Paling hanya minum setetes teh, air putih, atau susu kental. 

“Ibu itu sukanya makan yang enak-enak. Terbawa sewaktu muda yang hidupnya selalu dibuat senang dan bahagia. Empat bulan lalu waktu musim durian, beliau minta makan durian. Waktu itu habis tiga buah. Akhirnya drop karena asam uratnya naik. Ya sampai sekarang hanya bisa terbaring,” kata Slamet kepada Jawa Pos Radar Solo.

Bagaimana kejadian saat Mbah Putih meninggal lalu hidup lagi?

Baca berita selengkapnya di koran Jawa Pos Radar Solo edisi Senin, 4 Juni 2018

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia