Minggu, 22 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

AQUA Kampanyekan Bijak Gunakan Plastik

Rabu, 06 Jun 2018 18:01 | editor : Fery Ardy Susanto

Presiden Direktur PT. Tirta Investama, (Danone-AQUA) Corine Tap bersama dengan Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar meresmikan gerakan #BijakBerplastik.

Presiden Direktur PT. Tirta Investama, (Danone-AQUA) Corine Tap bersama dengan Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar meresmikan gerakan #BijakBerplastik. (ISTIMEWA)

KLATEN - Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-dunia diperingati tiap 5 Juni. Dilatarbelakangi berbagai ancaman pertumbuhan penduduk yang berdampak pembangunan. Mulai dari aktivitas penebangan hutan, pembalakan liar, pencemaran limbah industri, hingga persoalan sampah plastik yang sering kali disebut bencana ekologi.

Kondisi itu direspon dengan gerakan kesadaran atas ancaman kerusakan lingkungan dengan berbagai kegiatan. Dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Hal itu pula yang dilakukan AQUA Klaten yang beroperasi di Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo juga melintasi Sungai Pusur.

Diskusi terkait lingkungan hidup antara AQUA Klaten dengan komunitas binaannya serta awak media di salah satu rumah makan di Kecamatan Prambanan, Rabu (6/6).

Diskusi terkait lingkungan hidup antara AQUA Klaten dengan komunitas binaannya serta awak media di salah satu rumah makan di Kecamatan Prambanan, Rabu (6/6). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

"Berbagai aktivitas masyarakat sekitar dengan adanya inisiatif dalam mengelola lingkungan hidup yang lestari dan berkelanjutan terus tumbuh. Mulai dari mengaktifkan kegiatan bank sampah yang saat ini beroperasi di tujuh titik. Hingga pengelolaan sungai lewat aktivitas wisata river tubing yang dikelola oleh komunitas,” jelas Manager Sustainable Development AQUA Klaten, Rama Zakaria, Rabu (6/6) di salah satu rumah makan di Kecamatan Prambanan.

Lebih lanjut, Rama mengatakan, AQUA memiliki perhatian lebih pada persoalan permasalahan sampah plastic yang sulit terurai. Hal ini membuat mendeklarasikan peneguhan komitmen pengelolahan sampah plastik dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hingga dirinya terus melakukan kampanye ke berbagai pihak dengan tagar bijak berplastik.

Guna mewujudkan komitmennya untuk mampu mengurangi sampah plastic AQUA Klaten melakukan terobosan baik secara internal dan eksternal. Untuk perusahaannya dalam waktu dekat akan mengurangi penggunaan plastic dalam produksinya secara bertahap. Mulai dari menghilangkan segel pada bagian tutup botol hingga menjadikan kandungan material daur ulang pada botol plastik 11 persen.

“Tentunya kita bisa menghilangkan sepenuhnya terhadap penggunaan bahan plastic tetapi kami terus berusaha untuk menguranginya. Salah satu projek kami adalah nol sampah plastik ke Tempat Pengelolaan Akhir Sampah (TPAS),” jelasnya.

Di sisi lain, dirinya juga akan mengedukasi pengelolaan sampah dengan merangkul berbagai komunitas yang merupakan bagian dari program CSR-nya. Mulai dari bank sampah yang selama ini terus berkembang pesat terutama di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo. Pasalnya, setiap minggunya pengurus bank sampah tersebut menerima sampah plastik sekitar 10 persen dari 30 kg.

Selain itu, Desa Keprabon juga mendapatkan kucuran bantuan untuk pengelolaan sampah dengan Tempat Pegelolaan Sampah (TPS) dengan sistem reuse, reduce dan reycle (3R) dari pemkab. Rama berkomitmen tujuh bank sampah tersebut akan dibuat seperti paguyuban dengan kegiatan dipusatkan di Desa Keprabon tersebut.

“Kami juga memiliki komitmen untuk bisa terlibat langsung dalam pengelolaan sampah plastic terutama di jalur pendakian. Ada dua yang menjadi perhatian kami yakni jalur pendakian di Selo, Boyolali serta Sapu Angin di Deles Indah, Klaten. Nanti model pengelolaan sampahnya seperti apa perlu dibicarakan dengan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM),” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Bank Sampah Desa Keprabon, Bardan mengungkapkan, kegiatan pengelolaan sampahnya sudah berjalan lima tahun. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari binaan yang dilakukan AQUA Klaten.

“Saat ini kita terus aktif melakukan pemilahan dan pengelolaan dengan berbagai jenis sampah. Diharapkan dengan apa yang kami lakukan bisa mengurangi tonase sampah di TPS. Termasuk memberikan dampak ekonomi kepada kami dengan memanfaatkan sampah layak kreasi,” jelasnya.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia