Kamis, 19 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Inilah Syarat Menerima Basos RTLH

Jumat, 08 Jun 2018 16:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Bantaran Sungai Kali Pepe yang menjadi salah satu kawasan kumuh di Kota Solo.

Bantaran Sungai Kali Pepe yang menjadi salah satu kawasan kumuh di Kota Solo. (RADAR SOLO PHOTO)

SOLO - Sosialisasi bantuan sosial rumah tidak layak huni (RTLH) kembali digelar di pendapi balai kota, Rabu sore (6/6). Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo berharap pembangunan RTLH dapat menumbuhkan jiwa gotong royong di tengah masyarakat.

Penentuan RTLH berdasarkan aturan rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan dan kesehatan penghuni. Keselamatan bangunan didasarkan pada tingkat kerusakan komponen bangunan, meliputi struktur, dinding pengisi, penutup atap, langit-langit, dan plafon.

Kecukupan minimum luas bangunan didasarkan luas bangunan dengan jumlah penghuni dengan standar minimal sembilan meter persegi per orang. Sedangkan kesehatan penghuni didasarkan pada ketersediaan pencahayaan, sirkulasi udara, dan MCK.

“Penerima bantuan RTLH pada tahun 2018 sebanyak 600 warga di mana masing-masing akan mendapatkan bantuan senilai Rp. 15.000.000. Alokasi dana untuk 400 warga berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp 6 miliar dan 200 warga lainnya dari APBD Surakarta tahun 2018 senilai Rp 3 miliar,” papar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Permukiman Ahyani.

Syarat lain untuk menerima bansos RTLH adalah WNI yang sudah berkeluarga dan menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni serta memiliki tanah legal tanpa adanya sengketa dari pihak manapun.

Sekretaris Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Suyamto menyampaikan, mekanisme pencairan bantuan yakni, nama warga yang mendapatkan bantuan harus sudah tertulis di surat keputusan (SK) wali kota.

“Bagi warga yang belum memiliki rekening diimbau segera buka rekening bank supaya pencairan dana bisa segera merata. Dana hanya bisa digunakan untuk membeli bahan bangunan. Untuk tenaganya diharapkan gotong royong dari warga dan linmas (anggota perlindungan masyarakat, Red),” paparnya. 

(rs/irw/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia