Jumat, 20 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Tumiyana Ajak Alumni SMK Peduli Pendidikan Vokasi

Minggu, 17 Jun 2018 18:33 | editor : Fery Ardy Susanto

Tumiyana, Dirut PT Wijaya Karya (Persero) (kanan) menyerahkan wayang kepada Ki Anom Suroto.

Tumiyana, Dirut PT Wijaya Karya (Persero) (kanan) menyerahkan wayang kepada Ki Anom Suroto. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Momen liburan Lebaran kali ini dimanfaatkan para alumni SMKN 2 Klaten dari seluruh angkatan untuk bersilaturahmi. Diwujudkan dalam pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Anom Suroto. Membawakan lakon Bima Maneges. Berlangsung di Joglo Kesatrian Intrepreneur Indonesia, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat yang merupakan gagasan salah seorang alumni, Tumiyana.

Reuni akbar berlangsung meriah dengan dihadiri angkatan 1980-an hingga sekarang. Termasuk seluruh guru yang pernah mengajar di sekolah dahulunya dikenal dengan sebutan STM Negeri Klaten tersebut. Tak ketinggalan Bupati Klaten, Sri Mulyani serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

”Acara ini merupakan sarana kami untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan melibatkan seluruh angkatan. Ini gagasan saya dengan teman-teman yang terus menjalin komunikasi mengenai pendidikan vokasi juga. Sekaligus kami ingin memberikan penegasan ke masyarakat jika pendidikan vokasi itu bagus. Banyak lulusan sekolah kejuruan yang saat ini menempati posisi strategis di perusahaan,” jelas Tumiyana yang merupakan Direktur Utama (Dirut) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., kepada Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (16/6).

Memiliki perhatian lebih pada pendidikan vokasi membuat Tumiyana menggagas pendirian Joglo Kesatrian Intrepreneur Indonesia di atas lahan seluas 2,4 hektar. Pembangunan yang direncanakan akan selesai akhir tahun ini mampu melahirkan para pengusaha muda di berbagai bidang. Kurikulum pembelajarannya pun sedang disusun oleh Tumiyana yang nantinya akan menggandeng pengajar dari kalangan praktisi.

Ia tidak menampik jika jumlah pengangguran masih tinggi sehingga dirinya memiliki keinginan untuk berkontribusi bagi Indonesia. Dirinya menargetkan mampu menyerap lulusan fresh gradute untuk diasah menjadi pengusaha yang tangguh. Harapannya mereka mampu menjalankan bisnisnya serta menjadi virus bagi anak muda lainnya.

”Bangunan joglo ini hanya sebagi sarana untuk penyelenggaraan pendidikan vokasi. Kita bisa ambil dua hingga tiga orang setiap kabupaten di Indonesia untuk diasah menjadi pengusaha di sini. Tetapi yang terpenting mereka mampu menyelaraskan antara teori dan praktek yang diterimanya melalui pembelajaran di Joglo Kesatrian Intrepreneur Indonesia ini,” jelasnya.

Kepala SMKN 2 Klaten, Wardani Sugiyanto menyambut positif reuni akbar ini. ”Kami sudah meluluskan 14.963 siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Bagi kami peran alumni masih sangat dibutuhkan, terutama untuk ikut serta menunjang pembelajaran di sekolah. Termasuk dukungan beasiswa sehingga siswa mampu mengasah keterampilannya lagi dengan mendalami bidangnya. Baik di dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengapresiasi atas pencapaian yang diraih Tumiyana sebagai alumni SMKN 2 Klaten. Terlebih lagi yang saat ini berada di posisi strategis di perusahaan BUMN. Diharapkan dapat memberikan kontribusinya bagi daerahnya, yakni Kabupaten Klaten. (ren/fer)

(rs/ren/fer/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia