Kamis, 19 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Features

Unik, Keluarga Ini Pilih Mudik Pakai Sepeda

Kamis, 21 Jun 2018 17:45 | editor : Fery Ardy Susanto

Gunar bersama istri dan dua anaknya ketika beristirahat di kampus UGM Jogjakarta.

Gunar bersama istri dan dua anaknya ketika beristirahat di kampus UGM Jogjakarta. (DOK. PRIBADI)

BANYAK cara ditempuh untuk mudik Lebaran. Tapi pilihan keluarga Gunar Setiyawan, 40, terbilang unik. Dari Wonogiri menuju Temanggung, bapak, istri dan dua anak ini mudik dengan sepeda selama enam hari.

Gunar bekerja sebagai PNS di Wonogiri. Petualangan mereka dimulai Wonogiri sejak Selasa (12/6). Gunar berangkat bersama istrinya Ratna Puspitasari, 39, dan dua anaknya, Setrajana Ganendra Giriprasetya Gunarta, 11, dan Setyadewi Galuh Gendhis Gunarti, 6. Gunar dan istri naik sepeda sendiri-sendiri. Sementara dua anaknya berboncengan.

Mereka berangkat pukul 08.40 WIB melalui jalur Krisak, Selogiri, Wonogiri. Kemudian lewat Bulu, Tawangsari, Sukoharjo. Lalu Cawas, Klaten. Sampai di Klaten sekitar pukul 19.00 WIB, mereka loading ke hotel terdekat karena Nendra sudah kehabisan tenaga. Sekitar pukul 22.00 mereka sampai di hotel tidak jauh dari Polres Klaten dan menginap. 

“Sebenarnya konsep awal mengajak dolan anak dengan tujuan liburan selama menunggu cari SMP. Karena Senin (11/6) Setra (Setrajana Ganendra) harus cap tiga jari di SD. Maka baru Selasa (12/6), kami berangkat,” kata Gunar.

Di hari kedua, Rabu (13/6), mereka berangkat dari Klaten pukul 10.00 WIB. Gowes santai melalui jalur lingkar Klaten. Rombongan belok sebentar ke Makam  Pahlawan Ratna Bantala, Klaten untuk sekadar mamanjatkan doa dan membersihkan rerumputan yang tampak tumbuh subur.

Kemudian, lanjut perjalanan ke Candi Prambanan. Rehat sejenak sambil menikmati gemericik air mancur di halaman depan. Setelah badan lebih segar, lanjut perjalanan, mampir ke Candi Kalasan. Sambil memperkenalkan pada anak-anak situs bersejarah, peninggalan nenek moyang di sepanjang perjalanan yang dilalui. 

“Finish di jembatan layang Janti, Jogjakarta pukul 18.00 WIB. Kami lalu loading di Banguntapan, Bantul untuk rehat persiapan energi esok harinya,” sela Ratna Puspitasari, istri Gunar. 

Perjalanan hari ketiga, Kamis (14/6), dimulai pukul 09.45 WIB. Tujuan ke Gembira Loka Zoo, kemudian berlanjut ke arah Alun-Alun Utara Keraton Jogjakarta. Putar balik ke Taman Pintar,  sebelum mampir ke Toko Fortuna di deretan belakang Jalan Malioboro untuk membeli sesuatu.

Setelah istirahat sejenak, lanjut perjalanan ke arah Kota Baru. Lalu mampir ke Perpustakaan St. Ignatius Kota Baru, sempat mengobrol sebentar dengan Romo di tempat itu.

“Sambil mengenang masa lalu dan berbagi cerita ke anak-anak. Tempat di mana aku sering menghabiskan waktu dan mencari literatur saat mengerjakan skripsi 2002,” tambah Nana, panggilan akrab Ratna Puspitasari. 

Pada hari ketiga itu, hanya berkeliling kota, namun cukup menyita waktu. Gunar dan istrinya sibuk bernostalgia berkeliling kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mempertemukan mereka. Setelah puas dengan semuanya, mereka melanjutkan perjalanan ke arah utara, melewati Monjali, Terminal Jombor. Lalu, membiarkan anak-anak bermain sejenak di Taman Kota Denggung, Sleman.

“Lalu mencari tempat untuk beristirahat. Dan yang jelas, tidak boleh jauh-jauh dari tempat yang menyelenggarakan salat Id dan harus bisa dijangkau dengan berjalan kaki,” tambah Gunar.

Setelah melaksanakan salat Id di Masjid Agung Sleman, lalu sarapan, perjalanan hari keempat Jumat (15/6) dimulai pukul 10.00 WIB dari hotel di Sleman. Dengan cuaca yang panas menyengat, hampir tiap 500 meter kayuhan sepeda keluarga ini berhenti. Sempat berhenti sejenak di pengrajin batu Merapi. Pada pukul 13.00 WIB sampai di perbatasan Jateng-DIJ. Lalu istirahat agak lama di tempat itu.

“Cari warung sepanjang jalan tutup. Hanya minimarket modern yang seringkali menjadi tempat pemberhentian kami untuk sekadar istirahat dan mengisi amunisi. Air mineral paling boros dalam cuaca seperti ini. Menjelang Magrib, mulai masuk ke Kota Magelang. Lalu putar-putar cari tempat bermalam, untuk mengistirahatkan badan,” kenang Nana. 

Perjalanan hari kelima, Sabtu (16/6) baru di mulai pukul 11.45 WIB dari Magelang. Cuaca pun panas menyengat, belum lagi medan yang ditempuh terus menanjak. Sempat mampir ke beberapa tempat yang menjadi ikon di daerah. Sampai menjelang senja mereka belum juga ketemu tempat bermalam. Saat azan Magrib berkumandang, rombongan memutuskan  untuk berhenti. Rehat sejenak di Pos Pengamanan Polisi di daerah Kranggan.

“Alhamdulillah, bisa beristirahat sejenak sambil memulihkan energi. Ngobrol-ngobrol dengan petugas-petugas yang ada, bahkan kami disuguhi makan dan minum,” kenang Gunar. 

Pada hari enam, Minggu (17/6) sampailah rombongan keluarga kecil ini di rumah orang tua sang istri Ratna Puspitasari. Kemudian menginap, untuk bersilaturahmi bersama keluarga, sahabat dan kawan semasa kecil.

Mereka di sana hanya semalam. Senin sore (18/6) sudah melakukan perjalanan kembali ke Wonogiri, dari Temanggung menginap di Magelang. Lalu, pada Selasa (19/6) dari Magelang, sampai utara selokan Mataram atau UGM pukul 20.00.

“Sampai di situ, loading pakai pikap,  sampai ke Wonogiri,” terang Gunar. 

Banyak pengalaman yang bisa dipetik oleh Gunar dan keluarganya dalam perjalanan mudik menggunakan sepeda onthel ini. Yang pertama, karena kedua anaknya ini terpisah tempat. Anak laki-laki sekolah di Jatisrono, sedangkan anak perempuan sekolah di Temanggung. Dengan perjalanan ini menjadikan keduanya bertambah dekat dan lebih akrab. Yang, kedua menumbuhkan kepedulian masing-masing personal yaitu dengan saling menyemangati dan mendukung apabila salah satu drop.

“Kami juga mengajarkan toleransi antarumat beragama. Misalnya dalam perjalanan ada salah satu pihak gereja di Jalan Magelang, Sleman, sedang memasang spanduk ucapan selamat  Idul fitri 1439 H. Kami juga mampir di kelentheng dekat Alun-Alun Megelang yang juga  terpampang spanduk ucapan selamat Idul Fitri 1439 H. Banyak hal yang bisa kami petik dalam perjalanan ini. The real quality time with family,” ujarnya.

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia