Minggu, 22 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Tiket Pesawat Mahal

Kamis, 21 Jun 2018 18:02 | editor : Fery Ardy Susanto

Penumpang pesawat memadati Bandara Adi Soemarmo Solo jelang berakhirnya libur Lebaran, Rabu (20/6).

Penumpang pesawat memadati Bandara Adi Soemarmo Solo jelang berakhirnya libur Lebaran, Rabu (20/6). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO - Banyaknya keluhan penumpang pesawat mengenai tingginya harga tiket Lebaran dinilai masih wajar. Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa harga masih sesuai dengan ketentuan.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan bahwa pada arus mudik dan arus balik Lebaran kali ini kepadatan penumpang udara berjalan dengan lancar. Bahkan adanya isu kenaikan harga tiket yang menyalahi aturan tidak dibenarkan. Pasalnya sesuai dengan ketentuan, setiap maskapai sudah diberikan batas harga maksimal untuk tiap tujuan penerbangan.

“Bahkan kami juga sudah menyebarkan batas maksimum harga tiket penerbangan di tiap tujuan. Selain itu kami juga memasang banner di tiap bandara mengenai harga tiket maksimum. Dengan begitu maskapai tidak mematok harga di luar ketentuan,” jelasnya, kemarin (20/6).

Sementara itu mengenai arus mudik, destinasi paling banyak dituju yakni wilayah Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang) dan Surabaya. Apalagi dibandingkan tahun lalu pertumbuhannya meningkat hingga 11 persen. Dari tahun lalu yang hanya 5,4 juta penumpang saat ini mencapai 5,9 juta penumpang.

“Dari 36 bandara di Indonesia baik yang dikelola Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, serta bandara yang masih dikelola Ditjen Hubud semua berjalan lancar,” ujarnya.

Sedangkan untuk arus balik, dari Solo tujuan favorit ada di beberapa kota di Indonesia. Tujuan paling banyak yakni di Jakarta, disusul kemudian Bandar Lampung, Medan, Makassar serta Papua. Selain itu ramp check yang disiapkan di Bandara Adi Soemarmo melayani sebanyak 538 pesawat. Padahal daya tampungnya mencapai 583 pesawat. 

“Untuk puncak arus balik kami perkirakan hari ini (kemarin) dan besok (hari ini). Namun kami juga masih menyiapkan adanya arus balik susulan yang terjadi pada Minggu (24/6) karena banyak anak sekolah yang masih libur,” jelasnya.

Selain itu yang menjadi perhatian khusus bagi Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub yakni banyaknya balon udara yang diterbangkan oleh warga masyarakat. Pasalnya, ada 74 balon udara yang dilaporkan mengganggu penerbangan.  Apalagi Pulau Jawa termasuk ke dalam arus lalu lintas penerbangan terpadat. Selain melayani domestik Jawa juga penghubung dua benua, Australia dan Asia.

“Sehingga lalu lintas penerbangannya padat dan bahkan yang terpadat di dunia.  Maka dari itu kami mengimbau agar masyarakat tidak menerbangkan balon udara diatas 15 ribu kaki,” ujarnya.

(rs/vit/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia