Sabtu, 21 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Dana Desa Bisa Tahan Laju Urbanisasi

Sabtu, 23 Jun 2018 22:55 | editor : Fery Ardy Susanto

Pakar Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB Surakarta, Agus Utomo.

Pakar Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB Surakarta, Agus Utomo. (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

SOLO - Momen Lebaran selalu disusul dengan arus balik yang diwarnai urbanisasi. Tak jarang para pemudik ke kampung halaman akan mengajak saudara untuk ikut bekerja di kota besar. Sehingga hampir pasti terjadi urbanisasi tiap tahunnya.

“Padahal di satu sisi, kini mengucur dana desa yang tidak sedikit, sekitar Rp 1 miliar per desa. Dana yang cukup bisa untuk mengembangkan potensi desa,” jelas Pakar Ekonomi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB Surakarta, Agus Utomo kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (22/6).

Agus menambahkan, pengelolaan dana desa tersebut tergantung kreativitas masing-masing desa, terutama Kepala Desa dalam membuka dan membangun potensi desa. Sehingga ekonomi masyarakat desa bisa terus bergerak.

Potensi desa yang dimaksud bisa berupa sumber daya alam, pariwisata, keterampilan masyarakat desa, dan sebagainya. Agus mencontohkan, potensi Desa Ponggok. Berkat kreativitas desa setempat, tidak saja bisa mengembangkan pariwisata. Namun sekaligus mendorong pergerakan dan pertumbuhan ekonomi.

“Sehingga masyarakat setempat bisa bekerja dan mengkais rezeki di tempatnya. Tidak perlu lagi merantau ke tempat lain. Apalagi sampai urbanisasi,” sambungnya.

Artinya, lanjut Agus, keberadaan dana desa Rp 1 miliar yang kini mulai mengucur rutin mestinya mampu mendorong desa-desa untuk tumbuh dan berkembang. Terutama pertumbuhan ekonomi. Adanya pertumbuhan ekonomi desa yang tinggi tentu saja akan menahan masyarakat setempat untuk berpindah tempat. Apalagi urbanisasi ke kota besar.

“Karena desanya sudah bisa memberi hasil yang layak,” imbuhnya.

Agus mengimbau Kepala Desa dan aparat desa setempat dituntut kreatif. Terlebih dalam mengembangkan potensi desa. Tentu saja potensi yang bisa mendorong kegiatan pertumbuhan ekonomi desa. Ini bermaksud untuk menahan laju urbanisasi ke kota-kota besar.

(rs/aya/fer/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia