Minggu, 22 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Ini Pesan Mahfud MD saat Isi Tabligh Akbar di Solo

Minggu, 24 Jun 2018 19:15 | editor : Fery Ardy Susanto

Mahfud MD (lima dari kiri) menyalami jajaran TNI dan Polri usai tabligh akbar di kompleks Stadion Manahan, Jumat malam (22/6).

Mahfud MD (lima dari kiri) menyalami jajaran TNI dan Polri usai tabligh akbar di kompleks Stadion Manahan, Jumat malam (22/6). (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

SOLO - Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Mahfud MD mengingatkan pentingnya silaturahmi antarelemen untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Itu disampaikan Mahfud saat menghadiri tabligh akbar yang diinisiasi oleh Polresta Surakarta di kompleks Stadion Manahan, Jumat malam (22/6).

Mantan ketua Mahkamah Kontitusi (MK) tersebut menuturkan, silaturahmi yang dikemas dalam acara halal bihalal sangat positif.

"Ini tradisi yang sangat mengakar di Indonesia. Sejarahnya itu dari silaturahmi nasional yang diadakan masa Bung Karno. Lalu dinasionalkan dengan sebutan halalbihalal," ujarnya. 

Ditambahkannya, momentum Idul Fitri adalah kembali ke kesucian. Setelah saling memaafkan, manusia akan kembali ke jati diri yang sebenarnya, yakni hati yang bersih. Jika dikaitkan dengan posisi bangsa, maka Indonesia adalah negara kesatuan yang dibangun secara gotong royong. Sebab itu, konflik karena perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan tidak boleh terjadi.

“Mari kita bersatu sebagai bangsa. Jangan merasa mayoritas malah menjadikan diri kita jadi sewenang-wenang. Maka marilah kita saling mengayomi antara besar dan kecil dalam suatu negara. Itulah fitrah negara. Sebab merusak kebersatuan artinya merusak kemerdekaan Indonesia,” paparnya. 

Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 27 Juni, Mahfud berharap seluruh elemen mengutamakan persatuan, kesatuan, dan kemajuan Indonesia.

"Jangan pecah karena perbedaan. Harus mempersatukan agama, suku, dan ras, dan sebagainya. Pokoknya kita pilih pemimpin yang bagus untuk Indonesia, kalau sudah terpilih kita dukung bersama. Itulah demokrasi, itulah komitmen jalan terbaik untuk Indonesia yang lebih mulia. Sementara yang kalah, ya harus legawa menerima. Kita harus ingat dalam demokrasi itu ada nomokrasi (hukum)," pesannya. 

Wakapolda Jateng, Brigjenpol Achmad Luthfi mewakili Kapolda Jateng, Irjenpol Condro Kirono mengapresiasi kegiatan yang juga dihadiri unsur TNI dan sejumlah elemen masyarakat tersebut.

"Masyarakat harus lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi pesta demokrasi yang akan digelar. Mulai dari pilkada serentak hingga pemilihan presiden,” katanya.

Kapolresta Surakarta, Kombespol Ribut Hari Wibowo menyampaikan, tabligh akbar tersebut guna menjaga suasana Kota Bengawan tetap sejuk mendekati pilkada serentak.

"Kami berharap pilkada bisa berjalan lancar dan aman. Kota Solo tetap kondusif," tandasnya.

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia