Minggu, 22 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga

Dua Cabor Terancam Pindah Lokasi Pelatnas

Minggu, 24 Jun 2018 19:45 | editor : Fery Ardy Susanto

Atlet tenis meja NPC Indonesia berlatih di markas PTMSI Surakarta di kompleks Stadion Manahan.

Atlet tenis meja NPC Indonesia berlatih di markas PTMSI Surakarta di kompleks Stadion Manahan. (RADAR SOLO PHOTO)

SOLO - NPC Indonesia kembali menunjuk Solo sebagai lokasi pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Asian Para Games 2018.

"Kota ini cukup tenang, fasilitas olahraganya juga cukup memadai. Kejayaan atlet disabilitas juga dimulai dari sini. Kami sempat juara Asean Para Games setelah menempa diri di Solo, jadi TC NPC tetap di kota ini,” terang Presiden NPC Indonesia, Senny Marbun kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sayang, rencana revitalisasi Stadion Manahan membuat sejumlah cabor harus pindah lokasi latihan. Yakni cabor tenis meja dan menembak.

Ketua Kontingen (Chief de Mission) Indonesia untuk Asian Para Games 2018 dan Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (Inapgoc) akan berkoordinasi perihal tempat latihan.

"Kalau di sini (Solo) tak ada venue (latihan). Nanti bisa bergeser ke tempat lain. Entah di Jakarta atau kota lainnya. Banyak tempat untuk dijadikan pemusatan latihan,” terangnya.

Terkait sejumlah alat yang diperlukan para atlet para games dan belum terpenuhi, Menpora Imam mengungkapkan sudah mengucurkan dana untuk NPC, yang bisa digunakan untuk membeli sarana olahraga. Salah satunya untuk membeli kusi roda yang dikhususnya untuk bertanding.

Ia mengingatkan butuh kehati-hatian, khususnya dalam pembelian alat. Hal ini lantaran setiap kucuran anggaran tentu akan dikawal dengan ketat.

”Setelah NPC lepas dari KONI, pemerintan memberikan dana langsung ke NPC, dan mereka yang kelola sendiri. Kami harap semua keluhan para atlet tentang sarana latihan tak akan pernah muncul lagi,” terang Menpora Imam Nahrawi.

(rs/NIK/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia