Minggu, 22 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Viral Video Dosen Aniaya Istri Sendiri di Kudus

Minggu, 24 Jun 2018 20:25 | editor : Fery Ardy Susanto

Rekaman CCTV penganiayaan yang dilakukan seorang dosen terhadap istrinya di Kudus.

Rekaman CCTV penganiayaan yang dilakukan seorang dosen terhadap istrinya di Kudus. (ISTIMEWA)

KUDUS - Video kekerasan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa MAR, 26, oleh suaminya sendiri, TH, 27, yang juga dosen ini sempat viral di media sosial. Dugaan KDRT terjadi di rumah mereka di Dukuh Pucangkerep, Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kudus.

Usai peristiwa KDRT, korban diketahui sempat memilih mengamankan diri ke luar kota. Dia bersama orang tuanya di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebelum suaminya yang berinisial TH, 27, ditahan aparat kepolisian.

Ayah korban, KY, menuturkan, putri pertamanya mengeluh jadi korban KDRT setelah menjalin ikatan rumah tangga dengan TH. MAR dilamar 1 Juni 2015. Kemudian, keduanya menikah 26 September 2015. Saat itu korban masih kuliah semester akhir di Jogjakarta. Tiap dua minggu sekali korban bertemu TH. Pertemuan itu terkadang di Kudus dan Jogjakarta.

”Waktu itu, hubungan putri saya baik tidak ada masalah apa pun. KDRT mulai terjadi sejak putri saya tinggal serumah dengan TH. Awal Januari 2018 lalu sempat anak saya mengalami kekerasan,” kata KY kepada Jawa Pos Radar Kudus, Minggu (24/6).

Karena kejadian itu, KY memanggil TH dan MAR ke Lombok. Karena mulut anaknya luka. Sebagai orang tua, pihaknya menasehati mereka agar kembali menjalin rumah tangga dengan baik.

"Karena penceraian tidak baik. Kalau bisa dihindari," ucap KY.

Kejadian kekerasan kembali terjadi pada 17 April. MAR kembali mengalami kekerasan dan kebetulan kejadiannya terekam kamera CCTV.

"Lalu, kejadian lagi 17 Mei di dalam rumah. Sampai putri saya lari ke masjid,” terang KY.

Dia menyayangkan, tindakan menantunya terjadi awal puasa. Hanya persoalan sepele. Saat itu MAR berniat berbuka bersama suaminya di rumah. MAR memesan makanan spesial dan sudah meminta izin mertuanya.

"Setelah anak saya pulang dari mengambil pesanan makanan, justru suaminya tidak terima. Karena anak saya pesan makanan tanpa sepengetahuan suaminya. Maka terjadilah KDRT lagi,” jelas KY.

Dia melanjutkan, MAR sempat dipukul dan dicakar di wajahnya. Bahkan, MAR sempat jatuh dan diinjak. Hingga akhirnya MAR lari ke masjid setempat untuk mencari perlindungan.

”Di sana anak saya bertemu saudaranya. Kemudian diminta melakukan visum. Kemudian, dilaporkan ke polisi 28 Mei,” ujarnya.

Lalu, pada 1 Juni lanjut KY, TH dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kudus. Sebelumnya, usai mengalami kekerasan pada 17 Mei, pada 20 Mei MAR memilih lari ke Surabaya, Jawa Timur untuk berlindung selama sepekan. Lalu korban kembali ke Kudus selama dua hari untuk memberikan kesaksian.

Setelah itu, kembali lagi ke Surabaya. Tidak sampai seminggu di Surabaya, korban pindah ke Lombok untuk menemui kedua orang tuanya.

”Lalu, seminggu sebelum Lebaran, saya dan putri saya kembali ke Kudus karena TH sudah ditahan,” ungkap KY.

KY tidak menyangka menantunya yang berprofesi sebagai dosen di Kudus ini tega berbuat KDRT.

”Menantu saya baru bekerja sebagai dosen di Kudus. Padahal masalahnya sepele, tapi kok tega sampai melakukan kekerasan,” keluhnya. (ruq/ris/JPG/fer)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia