Jumat, 20 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Kebakaran Hutan Lawu, Perhutani Cium Indikasi untuk Produksi Arang

Senin, 25 Jun 2018 16:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Jajaran Perusahaan Umum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Surakarta saat melakukan apel bersama di Cemoro Kandang Sabtu (23/6).

Jajaran Perusahaan Umum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Surakarta saat melakukan apel bersama di Cemoro Kandang Sabtu (23/6). (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR - Mengantisipasi kebakaran di Gunung Lawu, Perusahaan Umum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Surakarta membentuk satuan pelaksana tugas (Satgas) khusus. Hal ini untuk melakukan pengawasan adanya oknum tak bertanggung jawab.

Kepala Perhutani KPH Surakarta, Eka Muhammad mengatakan, setelah adanya pembinaan dan koordinasi dengan masyarakat, pihak Kecamatan Tawangmangu, dan instansi terkait, diketahui adanya indikasi oknum yang sengaja melakukan pembakaran hutan. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat sekitar dan aparat penegak hukum melakukan tindakan.

Dipaparkannya, ancaman kebakaran hutan selalu muncul saat musim kemarau. Ada berbagai faktor kebakaran hutan. Namun, kuat dugaan kebakaran yang terjadi selama dua tahun silam di Gunung Lawu  karena ulah manusia.

"Hampir bisa dipastikan karena faktor manusia, karena sebagian besar vegetasi di lereng Lawu berupa pohon pinus yang memiliki sifat mudah terbakar,” jelasnya

Sebagai upaya antisipasi, pihaknya melakukan sosialisasi mengenai bahaya kebakaran kepada para pendaki yang memasuki wilayah Lawu. Petugas serta relawan juga mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas perapian di sekitar hutan.

"Ya termasuk membuat arang itu yang harus kami waspadai,” pungkasnya.

(rs/rud/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia