Selasa, 17 Jul 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Tekan Stunting via Piring Sehat

Kamis, 12 Jul 2018 20:15 | editor : Fery Ardy Susanto

Diskusi yang digelar PT Sarihusada Generasi Mahardika.

Diskusi yang digelar PT Sarihusada Generasi Mahardika. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN - Permasalahan kurang gizi yang berakibat pada stunting atau tubuh kerdil pada anak jadi perhatian serius. Ahli gizi, dr. Stephanus Hardyanto dari Yayasan One Earth menyarankan agar masyarakat melakukan pola hidup sehat. Salah satunya dengan menyeimbangkan asupan gizi lewat Piring Sehat.

”Ibu hamil harus banyak mengonsumsi sayur, buah, dan ikan demi meningkatkan daya tahan tubuh. Pencegahan stunting bisa dilakukan sejak anak masih dalam kandungan atau hingga umur dua tahun. Setelah itu sulit ditangani,” jelas Stephanus dalam diskusi nustrisi yang diselenggarakan PT Sarihusada di salah satu rumah makan di Klaten, Kamis (12/7).

Seluruh dokter kandungan dan persatuan ahli gizi terus mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Wajib mengonsumsi 50 persen buah dan sayur sebelum menyantap makanan besar yang didominasi karbohidrat.

Tubuh kerdil karena pengaruh factor genektika hanya 30 persen saja. Sedangkan 70 persennya gaya hidup serta asupan gizi.

”Apabila terjadi stunting, tumbuh kembang anak terhambat. Perkembangan otak kurang bagus. Sehingga kecerdasannya ikut terganggu. Begitu juga berdampak  intelegensi dan sikap anak yang kurang pada penerapan adat istiadat,” paparnya.

Sementara itu, Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menambahkan, PT Sarihusada Generasi Mahardika telah berkomitmen penuh pada pemenuhan gizi kepada masyarakat Indonesia. Lewat berbagai produk yang diproduksinya. Di sisi lain, pihaknya terus memberikan pemahaman kepada ibu dan anak terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang.

Dalam acara tersebut, PT Sarihusada Generasi Mahardika juga memberikan bantuan ke dua panti asuhan yang ikut serta dalam acara. Masing-masing panti asuhan mendapatkan bantuan sebesar Rp 10 juta.

(rs/ren/fer/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia