RADARSOLO.COM - Masjid Jami Assegaf Solo terletak di Jalan Kapten Mulyadi No.190, Pasar Kliwon, Kota Solo. Masjid ini, memiliki sejarah panjang.
Dibangun pada 1920an, didirikan oleh Habib Abu Bakar Assegaf, seorang tokoh dari Gresik Jawa Timur yang datang ke Solo untuk mengunjungi kerabatnya.
Saat itu, Keraton Kasunanan Surakarta masih dibawah pimpinan Pakubuwono X. Suatu hari, seorang kerabat raja mengalami sakit dan Habib Abu Bakar Assegaf lah yang dimintai untuk mendoakan kesembuhannya.
Lalu atas dasar itu Pakubuwono X memberikan sebidang tanah sebagai tanda terimakasih dan hadiah untuk Habib Abu bakar. Lahan tersebut akhirnya dibangun sebuah tempat ibadah, yakni dengan didirikannya Masjid Jami Assegaf.
Masjid ini, diawali dengan membangun bagian utara. Mencakup mihrab, tempat imam, dan juga menara. Masjid ini diberi "pikukuh" oleh pihak kraton yang membebaskannya dari PBB atau pajak dan saat ini, seluruh area masjid berstatus tanah wakaf dan bukan milik pribadi.
Seiring berjalannya waktu, pada 1970an masjid ini mulai diperluas. Mulai dari membangun saf untuk perempuan dan lantai 2 guna menampung lebih banyak lagi jamaah.
Masjid ini seringkali disalah pahami karena keterkaitannya dengan sosok Habib Abdul Qadir Assegaf. Banyak yang mengira masjid ini didirikan oleh beliau, karena perannya yang cukup penting saat itu. Beliau pernah menjadi imam di masjid ini dan meninggal dalam keadaan sujud saat melaksanakan salat Jumat.
Selain memiliki sejarah yang cukup panjang, masjid ini juga memiliki kegiatan rutin selama Ramadan tahun ini. Seperti tafsir Alquran yang dilaksanakan setiap hari terkecuali pada Jumat dimulai pukul 12.00. (mg7/nik)
Penulis: Nazla Khaerunnisa
Dokumentasi: Siti fatimah
Editor : Niko auglandy