RADARSOLO.COM – Perayaan Imlek 2026 di Kota Surakarta menghadirkan warna berbeda. Tahun ini, Imlek bertepatan dengan Ramadan, menciptakan harmoni dua perayaan besar dalam satu momentum. Nuansa merah khas Tahun Baru Tionghoa berpadu dengan semarak bulan suci, membentuk lanskap budaya yang unik di jantung kota.
Panitia Bersama Imlek 2026 memadukan lampion-lampion shio dengan ornamen bernuansa Ramadan di sepanjang kawasan Gladag hingga Pasar Gede. Di sela-sela lampion tersebut, terpasang dekorasi bertema Idulfitri bernuansa Tionghoa, termasuk replika Masjid Cheng Ho sebagai simbol akulturasi budaya dan semangat kebersamaan.
Ketua Panitia Bersama Imlek 2026 Sumartono Hadinoto menegaskan, konsep ini memang dirancang untuk memperkuat pesan harmonisasi.
“Di antara lampion shio diselanya akan dipasang lampion nuansa Idul Fitri bernuansa Tionghoa seperti Masjid Cheng Ho yang menegaskan semangat harmonisasi,” ujarnya.
Kolaborasi ini menghadirkan suasana ngabuburit yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat bisa menikmati dua nuansa lampion sekaligus—Imlek dan Ramadan—dalam satu kawasan.
Perpaduan warna merah, emas, dan hijau menciptakan latar yang memikat, terutama saat senja mulai turun.
Tak hanya menghadirkan dekorasi tematik, panitia juga menggelar kegiatan berbagi takjil saat waktu berbuka puasa sebagai wujud kebersamaan antarumat beragama.
Kawasan depan Balai Kota Solo pun dipadati pengunjung yang memanfaatkan momen tersebut untuk ngabuburit sekaligus berswafoto dengan latar lampion Ramadan dan Imlek.
Perpaduan dua perayaan ini kembali menegaskan wajah Surakarta sebagai kota yang terus merawat toleransi dan kebhinekaan. Tradisi dirawat, harmoni dijaga, dan perbedaan dirayakan dalam satu ruang yang sama. (san/nik)
Editor : Niko auglandy