Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pengalaman Warga Boyolali Jalani Ramadan di Korsel, Musim Panas Puasa 17 Jam, Surga Kuliner di Kota Ansan

Alfida Nurcholisah • Senin, 23 Februari 2026 | 18:23 WIB

 

Fery Setiyawan, warga Kabupaten Boyolali yang saat ini bekerja dan menetap di Korea Selatan.
Fery Setiyawan, warga Kabupaten Boyolali yang saat ini bekerja dan menetap di Korea Selatan.

RADARSOLO.COM - Jauh dari kampung halaman tak menyurutkan semangat Fery Setiyawan, warga Kabupaten Boyolali untuk tetap menjalani ibadah puasa Ramadan di Korea Selatan (Korsel).

Tahun ini, merupakan Ramadan ketiganya di Negeri Ginseng. Suasana bulan suci Ramadan di Korsel jauh lebih sepi dibandingkan di Tanah Air.

Padahal sudah banyak masjid yang dibangun, terhasuk hadirnya komunitas muslim yang menjamur. Terutama di Kota Ansan, tempat Fery Setiyawan menetap sekarang.

“Ramadan di sini sepi, tidak ada suara azan. Tidak ada suara orang bangunkan sahur. Rasanya beda sekali dengan di rumah di Boyolali,” ujar Fery, Senin (23/2).

Kota Ansan, merupakan salah satu wilayah di Korsel dengan populasi umat muslim cukup besar. Terutama warga negara Indonesia (WNI).

Di sana, cukup mudah menemukan warung makan khas Indonesia dan masjid. Tercatat ada belasan warung yang buka di sana.

“Jarak rumah ke masjid hanya tujuh menit jalan kaki,” imbuh Fery.

Urusan perut, Fery sempat ingin menyerah di awal perantauan. Beruntung setelah pindah ke Ansan, problem yang dihadapinya teratasi. Sebab Ansan terkenal sebagai surganya kuliner khas  Indonesia.

“Dulu sempat ingin nyerah. Tapi setelah pindah ke Ansan yang banyak makanan Indonesia, jadi lebih enjoy. Seperti tinggal di kampung halaman sendiri,” ujarnya.

Beruntungnya lagi, Ramadan 1447 Hijriah di Korsel sedang musim dingin. Alhasil durasi berpuasa hampir sama dengan di Tanah Air.

Justru tantangan terberat saat Ramadan datang di musim panas. Durasi berpuasa bisa 17 jam.

“Jadwal Imsak di sini kalau pas musim panas pukul 03.30. Nanti jadwal buka puasanya pukul 20.00 malam,” bebernya.

Hampir sama dengan di Indonesia, Fery tidak kesulitan mencari menu takjil untuk berbuka puasa. Karena menu Nusantara di sana mudah ditemui setiap hari.

“Saat Ramadan biasanya ada tambahan menu pencuci mulut seperti es buah dan kolak yang jarang ditemui di hari biasa,” jelasnya.

Menariknya lagi, di Ansan ada tradisi buka bersama (bukber) yang difasilitasi di masjid-masjid. Tak hanya dari Indonesia, jamaah yang hadir juga berasal dari Pakistan dan Turki.

“Setiap salat Jumat juga tersedia makanan ringan dan minuman gratis,” bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#ramadhan di korea #Puasa di Korea Selatan #warga boyolali puasa di korea #Korsel #korea selatan #Puasa di Korea