RADARSOLO.COM - Suasana berbeda terlihat di halaman Balai Kota Solo, Senin sore (23/2).
Iringan barongsai yang biasanya identik dengan perayaan Imlek, kali ini hadir diiringi musik islami.
Menariknya, barongsai ini bagi-bagi menu takjil kepada umat muslim.
Aksi sosial ini diinisiasi Panitia Bersama Imlek Kota Solo, dengan menggandeng Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Setiap hari dibagikan 300 paket takjil.
Program ini berlangsung 23 Februari hingga 3 Maret. Sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan Cap Go Meh di Solo.
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menjelaskan, harmoni indah selalu terasa di Kota Bengawan. Tersaji dalam balutan toleransi dan inklusi yang selalu berdampingan.
“Bisa dilihat ada barongsai yang sangat akrab menyapa warga dengan membagikan takjil. Ini salah satu contoh, di Kota Solo bisa saling menghormati dan menghargai,” ujar Astrid.
Perwakilan Panitia Bersama Imlek Sumartono Hadinoto menambahkan, program ini wujud toleransi dan akulturasi budaya. Di mana Tahun Baru Imlek bersamaan dengan bulan puasa Ramadan.
“Kegiatan sosial ini dilakukan setiap harinya, hingga 3 Maret pas penutupan Cap Go Meh di balai kota," ungkapnya.
Selain takjil, harmoni toleransi juga terlihat dari penataan lampion di balai kota. Lampion-lampion Imlek dipadu padan dengan ornamen Ramadan.
“Imlek berakhir dan Ramadan berlangsung. Jadi, kami koordinasi dengan pemkot untuk meingkatkan toleransi. Kami sejajarkan antara lampion Imlek dengan Ramadan,” beber Sumartono.
Sumartono berharap, semangat toleransi yang terjalin ini terus dirawat dan dijaga bersama. Menurutnya, kebhinekaan yang nyata di Kota Solo bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun harmoni di tengah perbedaan.
“Kami berharap toleransi ini dirawat. Dijaga bersama agar kebhinekaan semakin nyata. Sekaligus menjadi percontohan bagi kota-kota lainnya,” jelas Sumartono. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto