Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Indikator Keberhasilan Membina Spiritual di Bulan Suci Ramadan Terletak Pada Sikap Istiqamah

Alfida Nurcholisah • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:04 WIB

 

Seorang pedagang batik di Pasar Klewer Solo mengisi ibadah Ramadan dengan membaca Alquran di sela aktivitas berjualan di dalam kiosnya, Jumat (6/3).
Seorang pedagang batik di Pasar Klewer Solo mengisi ibadah Ramadan dengan membaca Alquran di sela aktivitas berjualan di dalam kiosnya, Jumat (6/3).

RADARSOLO.COM - Ramadan membawa dampak dan kebiasaan-kebiasaan baik dari berbagai sisi.

Berbagi terhadap sesama, melaksanakan ibadah sunnah, hingga menahan diri dari segala keburukan, selayaknya selalu dipelihara dan istiqamah dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo Amin Rasyadi menjelaskan, kewajiban beribadah kepada Allah tidak dibatasi oleh waktu tertentu.

Menurutnya, bulan suci Ramadan hanyalah momentum untuk memperkuat keimanan.

“Allah memerintahkan manusia untuk terus beribadah kepada-Nya, sampai datangnya kematian. Artinya, ibadah tidak berhenti ketika Ramadan berakhir,” jelas Amin, Jumat (6/3).

Amin mengingatkan agar umat muslim tidak merusak amal baik yang telah dibangun dengan susah payah.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo Amin Rasyadi.
Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo Amin Rasyadi.

“Allah SWT telah mewanti-wanti kita dalam Quran Surat An-Nahl ayat 92, jangan sampai kita seperti orang yang telah menenun kain dengan kuat, lalu menguraikannya kembali hingga menjadi cerai berai,” bebernya.

Kebiasaan baik yang dilakukan selama Ramadan, urai Amin, perlu dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau selama Ramadan rajin membaca Alquran, setelah Ramadan berakhir seharusnya tetap dekat dengan Alquran. Begitu juga dengan shalat sunnah, sedekah, dan kepedulian terhadap sesama,” imbuhnya.

Menurut Amin, Ramadan menjadi sarana pendidikan spiritual bagi umat Islam. Ibadah puasa, salat Tarawih, membaca Alquran, zikir, iktikaf, hingga sedekah dan zakat menjadi sarana latihan untuk meningkatkan kualitas keimanan.

Tidak hanya itu, Ramadan juga melatih umat Islam untuk memperbaiki akhlak. Seperti berkata jujur, bersikap sabar, menahan amarah, serta menjauhi kebiasaan buruk seperti ghibah dan berkata bohong.

Keberhasilan seseorang dalam menjalani pendidikan Ramadan, dapat dilihat dari perubahan sikap dan perilakunya setelah bulan suci berakhir.

“Salah satu tanda orang yang berhasil menjalani Ramadan adalah semakin dekat dengan Alquran, semakin bertakwa, gemar mengajak kebaikan, dan menjaga silaturahmi,” urainya.

Selain itu, Amin juga menekankan pentingnya menjadi pribadi yang berakhlak baik dan membawa manfaat bagi orang lain seperti Hadis Riwayat At-Tarmidzi.

“Orang terbaik adalah mereka yang kebaikannya dapat dirasakan oleh orang lain, dan orang lain merasa aman dari keburukannya,” beber Amin.

Terakhir, Amin memaparkan tujuan dari seluruh ibadah Ramadan adalah membentuk pribadi yang lebih bertakwa dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia berharap nilai-nilai ibadah yang telah dijalani selama Ramadan, tidak berhenti begitu saja setelah bulan suci berlalu.

“Semoga kita semua mampu menjaga istiqamah dalam kebaikan setelah Ramadan. Sehingga ibadah yang telah kita lakukan benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan,” jelasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Ramadan #Istiqamah #ramadhan #bulan suci ramadan #Istiqomah