RADARSOLO.COM - Pesanan parcel Lebaran di salah satu pusat perbelanjaan di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo mulai meningkat sejak awal Ramadan.
Salah seorang pekerja parcel Sri Wahyuni mengatakan, hingga kini pesanan yang masuk sudah mencapai 700 paket.
Menurut Sri Wahyuni, sebagian pembeli biasanya datang terlebih dahulu untuk melihat contoh parcel sebelum menentukan jumlah pesanan.
Setelah itu, mereka akan mencatat jumlah dan waktu pengambilan.
“Biasanya kalau yang beli lebih dari satu itu ambil sampel dulu, lalu nanti pesannya berapa dan mau diambil kapan kami catat. Kalau sekarang total mungkin sudah sekira 700-an parcel,” ujarnya, kemarin (12/3).
Menurutnya, sebagian besar pembeli berasal dari wilayah Solo Raya, seperti Solo, Karanganyar, dan Sukoharjo.
Dalam satu kali pemesanan, jumlah paketnya cukup bervariasi, mulai dari satu hingga puluhan paket.
“Ada yang pesan hanya satu paket, ada juga yang sampai 77 paket. Kalau yang pesan lebih dari 40 paket biasanya dari perusahaan,” jelasnya.
Meski jumlah pesanan masih cukup banyak, ia mengungkapkan terjadi perubahan pola pembelian dibandingkan tahun sebelumnya.
Banyak pelanggan yang kini memilih paket dengan harga lebih rendah serta mengurangi jumlah pesanan.
“Pembeli sekarang banyak yang turun kelas. Dulu pesan paket harga Rp 250 ribu, sekarang pilih yang di bawahnya dan jumlahnya juga berkurang,” katanya.
Dia menyebut harga parcel yang tersedia berkisar antara Rp 90 ribu hingga Rp 1 juta.
Namun, paket dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 130 ribu menjadi yang paling diminati oleh pembeli perorangan.
Sementara untuk pesanan perusahaan biasanya berada di kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.
Dia juga mengatakan, ada beberapa pelanggan lama sudah tidak lagi memesan parcel seperti sebelumnya.
Salah satu faktornya karena kondisi perdagangan di pusat perbelanjaan yang dinilai tidak seramai dulu.
“Dulu dari PGS banyak yang ambil di sini. Sekarang mungkin karena semuanya sepi, PGS juga sepi, jadi yang dulu pesan sudah tidak ambil lagi,” ujarnya.
Selain itu, ketersediaan stok produk juga menjadi tantangan. Beberapa produk yang menjadi favorit dalam parcel bahkan sudah habis sejak awal Ramadan.
“Stok juga mulai menipis. Seperti biskuit Monde yang biasanya jadi juaranya parcel sudah habis sejak awal puasa kemarin. Jadi kita juga kejar-kejaran dengan stok,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Friska Putri asal Sragen mengaku sudah memesan parcel sejak jauh hari untuk menghindari antrean menjelang Lebaran.
“Memang sebaiknya pesan dari awal Ramadan supaya tidak antre. Sekarang tidak bisa pesan mendadak, jadi harus pesan dulu lalu diambil beberapa hari kemudian,” katanya.
Friska mengaku memesan sekira 15 parcel untuk diberikan kepada pelanggan usahanya.
“Saya pesan kurang lebih 15 buat customer karena saya jualan beras. Jadi ada pelanggan yang minta parcel. Bahkan ada juga yang minta parcel dalam bentuk elektronik,” ujarnya.
Dia menambahkan, kenaikan harga berbagai kebutuhan juga memengaruhi harga parcel tahun ini.
“Tahun ini apa-apa naik, plastik juga naik. Ya menurut saya wajar saja kalau harganya ikut naik, karena kalau tidak naik mungkin juga tidak cukup untuk bayar karyawan,” pungkasnya. (alf/nik)
Editor : fery ardi susanto