Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Latih Anak Berpuasa Sejak Dini, Pemerhati PAUD Klaten Ingatkan Pentingnya Apresiasi dan Hadiah Kecil

Angga Purenda • Jumat, 13 Maret 2026 | 18:50 WIB

Salah satu kegiatan makan bersama di PAUD-TK Gajah Mada, Kecamatan Ceper, Klaten pada jam tertentu.
Salah satu kegiatan makan bersama di PAUD-TK Gajah Mada, Kecamatan Ceper, Klaten pada jam tertentu.

RADARSOLO.COM–Bulan suci Ramadhan menjadi momentum berharga bagi para orang tua untuk mengenalkan nilai-nilai spiritual kepada anak sejak usia dini.

Namun, mengajak anak agar tetap fokus belajar sambil berlatih berpuasa tentu memerlukan strategi khusus agar mereka tetap bersemangat dan tidak merasa terbebani.

Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) asal Klaten Dwi Kurniasih berbagi pandangan inspiratifnya.

Sosok yang akrab disapa Nunik ini menekankan pentingnya sinergi antara orang tua dan sekolah dalam menciptakan suasana belajar dan berlatih puasa yang menyenangkan bagi anak.

Hargai Niat dan Lakukan Bertahap

Menurut Nunik, anak usia dini (2–6 tahun) sejatinya sudah memiliki ketulusan luar biasa untuk meniru kebaikan orang dewasa di sekitarnya.

Oleh karena itu, belajar berpuasa bagi mereka tidak harus langsung dipaksakan sehari penuh, melainkan melalui proses yang bertahap.

"Anak di bawah 5 tahun biasanya sudah mulai ikut-ikutan. Mereka bilang 'aku puasa' meski pagi harinya sudah minum susu. Itu adalah niatan baik yang harus kita hargai dan apresiasi," ujar Nunik kepada radarsolo.jawapos.com, Jumat (13/3/2026).

Ia mencontohkan penerapan di PAUD Gajah Mada, Ceper, Klaten, tempatnya mengabdi.

Anak-anak Kelompok Bermain (KB) mulai belajar berpuasa dengan cara menunda jam sarapan hingga pukul 10.00.

Sementara itu, anak jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) sudah mulai mencoba "puasa beduk" hingga waktu Zuhur, atau bahkan berlanjut hingga Asar.

Puasa Itu Menyenangkan

Baca Juga: Meyakini Keteladanan Kepemimpinan Rasulullah SAW, Sarat Nilai Keadilan dan Toleransi

Salah satu tantangan utama bagi orang tua dan guru adalah menjaga agar anak tidak lemas atau kehilangan fokus saat belajar.

Nunik menekankan pentingnya membangun narasi di alam bawah sadar anak bahwa puasa itu menyenangkan, bukan sebuah beban penderitaan.

"Sistem yang kita terapkan adalah membawa anak pada situasi bahagia. Kita beri pemahaman sejak sebelum Ramadan bahwa puasa itu penuh rahmat dan sukacita. Jangan sampai puasa identik dengan loyo atau tidak fokus," pesannya.

Meski sedang berpuasa, Nunik menyarankan agar kegiatan fisik anak tetap produktif.

Di sekolahnya, aktivitas seperti senam pagi, menyiram tanaman, jalan-jalan ke sawah, hingga upacara bendera tetap dilakukan secara terukur.

Hal ini bertujuan untuk menjaga ritme metabolisme dan memompa semangat anak.

Trik Jitu Mengalihkan Rasa Lapar

Untuk menyiasati momen ketika anak mulai mengeluh haus atau lapar, orang tua dan guru bisa melakukan beberapa trik pengalihan perhatian yang edukatif, antara lain:

Kekompakan Keluarga dan Hadiah Kecil

Keberhasilan anak untuk bertahan puasa sangat bergantung pada dukungan lingkungan sekitarnya.

Melihat teman-teman sebaya di sekolah ikut berpuasa, biasanya akan sangat membantu memotivasi anak.

Di rumah, peran keluarga juga tak kalah vital. Orang tua, kakek-nenek, atau kerabat bisa memberikan apresiasi berupa pujian atau hadiah-hadiah kecil yang memotivasi.

Selain itu, melibatkan anak dalam kehangatan aktivitas ibadah keluarga, seperti bangun sahur dan salat Tarawih bersama, akan memperkuat ikatan emosional mereka terhadap bulan Ramadhan.

Baca Juga: Cara Hitung Zakat Fitrah 2026, Ini Rincian Nominal Uang dan Liter Beras Terbaru untuk Keluarga

"Lebih dari sekadar menahan lapar, nilai utama yang ditanamkan selama Ramadan adalah kasih sayang. Nilai kasih sayang ini kita integrasikan dengan karakter lain, seperti cinta lingkungan dan cinta tanah air. Dengan pendekatan yang lembut, kita harap anak-anak tumbuh menjadi generasi tangguh dan berbudi pekerti luhur," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#tips #hadiah #apresiasi #latih anak berpuasa #PAUD