Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Linmas Pelototi Wahana Permainan

15 Juli 2017, 19: 40: 02 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Anak-anak memanfaatkan wahana permainan di Taman Monjari.

Anak-anak memanfaatkan wahana permainan di Taman Monjari. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Keberadaan wahana permainan anak-anak yang baru dipasang beberapa pekan lalu membuat Taman Monumen 45 Banjarsari (Monjari) makin ramai. Sayang, permainan yang dikhususkan untuk anak-anak juga diakses pengunjung dewasa.

Hal ini dikhawatirkan bisa membuat wahana permainan, seperti jungkat-jungkit, perosotan, ayunan, jembatan goyang, dan lainnya mudah rusak. Apalagi, keberadaan wahana permainan anak itu bukan kali pertama di Taman Monjari.

Sebelumnya juga pernah disediakan permainan anak, meski tak semeriah dan sebanyak sekarang. Namun, belakangan kondisinya rusak dan jadi sasaran vandalisme.

”Wahana permainan itu dipasang sejak sebelum Lebaran tahun ini. Kini Taman Monjari menjadi lebih ramai,” tutur Petugas perlindungan masyarakat (linmas) setempat Pramono.

Waktu padat kunjungan terjadi di pagi dan sore hari. Oleh sebab itu, linmas setempat harus kerja ekstra mengawasi wahana permainan. ”Kadang ada orang dewasa yang pakai, tapi langsung kami tegur. Padahal, sudah ada tulisannya untuk anak usia 2 tahun-12 tahun. Lha kok masih nekat," beber Pramono. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta Hasta Gunawan menjelaskan, wahana permainan anak itu merupakan bantuan dari salah satu perusahaan di Solo melalui program corporate social responsibility (CSR). ”Kami minta bantuan linmas turut memantau wahana permainan itu. Agar terhindar dari orang dewasa yang suka iseng,” jelas dia.

Selain wahana permainan, Monjari juga dilengkapi gazebo dan tempat duduk sebagai ruang tunggu bagi orang tua yang mengantar anaknya bermain. Total, ada sembilan gazebo yang sedang dibangun instansi tersebut.

”Saat ini kesembilan gazebo tersebut sedang dalam tahap pengerjaan. Gazebo dibuat dari besi cor yang dipasang mengitari tiang utama,” pungkas Hasta. (ria)

(rs/ves/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia