Senin, 20 Aug 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Desember THR Sriwedari Resmi Ditutup, Pedagang Ikut Berduka

Sabtu, 14 Oct 2017 09:35 | editor : Bayu Wicaksono

THR Sriwedari

Pengunjung menikmati wahana permainan THR Sriwedari jelang berakhirnya operasional Desember mendatang. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Selesainya masa sewa lahan Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari menjadi kabar duka bagi para pedagang dan penyedia jasa lainnya di sekitar lokasi tersebut. Sebab, secara otomatis mereka juga bakal kehilangan banyak pendapatan yang jadi penopang hidup.


Salah satunya penjual angkringan Giyem (53). Ia sudah bertahun-tahun berjualan di sekitar THR Sriwedari. Selama ini, pengunjung THR lah yang melarisi dagangannya.  Semakin banyak jumlah pengunjung, kian besar juga pendapatannya. ”Paling ramai saat ada event dangdutan atau musik lainnya di malam hari,” tutur Giyem kepada Jawa Pos Radar Solo.

Namun, fakta-fakta indah buat Giyem itu terancam bakal berakhir seiring dengan tutupnya THR. Ia menyadari betul hal tersebut. Tapi, perempuan itu hanya bisa pasrah. ”Kalau tutup, ya sudah. Paling jadi sepi di sini,” papar Giyem.

Hal serupa juga dirasakan juru parkir (jukir) THR Sriwedari Parno. Saat ada pertunjukan musik malam hari, dia bisa mendapat penghasilan mulai Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu. Parno tak bisa membayangkan bagaimana nasibnya setelah THR ditutup Desember mendatang. ”Saat masa libur sekolah, THR juga ramai sekali,” ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama THR Sinyo Sujarkasi memutuskan tak jadi memindahkan THR ke Taman satwa Taru Jurug (TSTJ). Pertimbangannya, direksi TSTJ menerapkan biaya sewa lahan yang sangat tinggi hingga Rp 20 juta per hari atau Rp 600 juta per bulan. Angka itu terlalu jauh dari kemampuan THR yang selama ini hanya menyewa sebesar Rp 38 juta per bulan di lahan Sriwedari.

(rs/ves/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia