Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Gas Melon Langka, Warga Boyolali Gelar Demo Tunggal

16 Oktober 2017, 16: 48: 32 WIB | editor : Bayu Wicaksono

gas melon langka

Glendoh saat melakukan demo tunggal di Pasar Pengging. (TRI WIDODO/RADAR BOYOLALI)

Share this      

BOYOLALI - Akibat sulit mendapatkan gas elpiji 3 Kg atau gas melon, Wahyudi alias Glendoh nekat melakukan demo tunggal di Pasar Pengging, Kecamatan Banyudono, Senin (16/10). Tak hanya sedekar menyampaikan orasi, Glendoh juga membanting tabung gas kosong ke jalan.

Saat aksi, Glendoh membawa sebuah mobil pikap yang telah dipasang dua poster bernada protes. Poster pertama bertuliskan "Rakyat Kecil Menjerit Gara-Gara Gas 3 kg Sulit Dicari". Poster kedua bertuliskan "Dengar Tangisan Rakyat Kecil Jangan Dibikin Sengsara Terus".

Disamping mobil pikap, tampak beberapa tabung gas yang telah ditumpuk. Tabung-tabung itupun dibanting dan lemparkan ke jalan. Demo mendapat perhatian dari sejumlah warga yang melintas di sekitar pasar.

“Saya mendapat keluhan masyarakat, gas sulit diperoleh. Berbagai agen dan pangkalan didatangi, namun gas sudah habis. Yang ada tabung kosong,” ujar Glendoh kepada Radar Solo, (16/10).

Bahkan, lanjutnya, Sabtu (15/10) pekan lalu, harganya mencapai Rp 24 ribu per tabung. Tapi, gas tak lagi tersisa di pangkalan maupun agen. Akibatnya, masyarakat kecil kesulitan untuk memasak guna menyediakan sarapan bagi anaknya yang akan berangkat sekolah.

“Masyarakat kecil sudah menurut saat diminta mengganti kayu bakar dengan minyak tanah. Kemudian menurut lagi saat diminta ganti minyak tanah ke gas. Tetapi mengapa sekarang gas sulit didapat,” imbuhnya.

(rs/wid/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia